Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Peneliti Kelas Dunia dari Fakultas Farmasi UMS, Mengolah Limbah Menjadi Karya Ilmiah

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Peneliti Kelas Dunia dari Fakultas Farmasi UMS, Mengolah Limbah Menjadi Karya Ilmiah
Ilustrasi: UMS
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Di ruang kerjanya di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mohammad Sanower Hossain menyambut tamunya dengan ramah.

“Apakah kamu mau kopi?” tanyanya.

Pertanyaan sederhana itu mencairkan suasana. Obrolan pun mengalir, mulai dari perjalanan akademik, pengalaman meneliti di sejumlah perguruan tinggi, hingga keyakinannya tentang makna sebuah penelitian.

Pria yang akrab disapa Mr. Sanower ini bukan sekadar dosen yang menghabiskan waktu di laboratorium.

Namanya tercatat dalam daftar Top 2% Scientists in the World, pemeringkatan ilmuwan yang disusun berdasarkan data publikasi dan sitasi. Selama dua tahun berturut-turut, 2025 dan 2026, ia masuk dalam daftar tersebut.

Namun, di balik pencapaian itu, ada perjalanan panjang seorang pembelajar yang tidak takut mempertanyakan hasil eksperimennya sendiri.

Sanower percaya, ilmu pengetahuan tidak berkembang hanya karena seseorang patuh mengikuti petunjuk. Peneliti juga harus berani berpikir kritis, memeriksa kembali perhitungan, dan mempertanyakan sesuatu yang terasa janggal.

Pengalaman itulah yang membentuk dirinya sejak menempuh pendidikan doktoral di bidang farmakologi.

Berani Mempertanyakan Hasil Penelitian

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Perjalanan akademik Sanower dimulai ketika menempuh program Master of Science in Biotechnology di International Islamic University Malaysia (IIUM) pada 2016. Di sela-sela perkuliahan, ia bekerja sebagai asisten peneliti di Universiti Malaya.

Setahun kemudian, ia pulang ke kampung halamannya di Tangail, Bangladesh. Di sana, ia mengajar biologi di sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Sristy College of Tangail.

Keinginan untuk terus belajar ternyata lebih kuat daripada keinginannya menetap. Pada 2018, Sanower kembali ke IIUM untuk melanjutkan studi doktoral di bidang farmakologi.

Disertasinya mengangkat persoalan yang tidak sederhana: formulasi sistem penghantaran obat untuk pengobatan osteomielitis lokal.

Osteomielitis merupakan infeksi tulang yang sulit ditangani. Penggunaan antibiotik sistemik saja tidak selalu cukup untuk mengatasi infeksi tersebut.

Karena itu, Sanower meneliti kemungkinan penghantaran obat secara lokal agar pengobatan dapat bekerja lebih efektif pada area yang terinfeksi.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 28/10/2026 12:22
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu