Di Fakultas Farmasi UMS, semangat itu ia teruskan melalui pengajaran dan pendampingan penelitian mahasiswa.
“Bagi saya, penelitian yang berdampak berawal dari rasa ingin tahu. Tetapi harus berkembang menuju kontribusi yang bermakna bagi pengetahuan atau masalah praktis,” tegasnya mantap.
Kalimat itu seperti merangkum perjalanan akademiknya. Rasa ingin tahu menjadi titik berangkat, ketekunan menjaga proses, dan manfaat bagi masyarakat menjadi arah yang dituju.
Sementara secangkir kopi menjadi pembuka perbincangan di ruang kerjanya, cerita tentang penelitian membawa kita pada pelajaran yang lebih luas: ilmu pengetahuan tidak semestinya berhenti pada pencapaian seorang ilmuwan.
Ilmu menemukan maknanya ketika terus dikembangkan, dibagikan kepada generasi berikutnya, dan diupayakan agar memberi manfaat bagi kehidupan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments