Rabu pagi (29/10/2025) menjadi momen penuh makna bagi guru dan karyawan MI Muhammadiyah (MIM) 8 Kandangsemangkon Paciran, Lamongan.
Sekolah yang berada di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan itu melaksanakan silaturahim dan studi tiru ke SD Muhammadiyah (SDM) 1 Lamongan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
SD Muhammadiyah 1 Lamongan dikenal sebagai sekolah unggulan utama Muhammadiyah yang telah menerapkan berbagai inovasi dalam pembelajaran dan manajemen.
Kegiatan ini diprogramkan pada awal tahun ajaran 2025–2026 dengan tujuan menjalin silaturahim kelembagaan antara MIM 8 Kandangsemangkon dan SDM 1 Lamongan untuk mempererat ukhuwah serta kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah.
Studi tiru ini juga bertujuan mempelajari praktik baik dalam manajemen sekolah, pembelajaran inovatif, serta penguatan branding SDM 1 Lamongan sebagai sekolah unggulan Muhammadiyah.
Studi Tiru kali ini memiliki empat fokus utama, yaitu model pembelajaran tematik terpadu dan berbasis karakter, sistem manajemen mutu dan pelayanan publik sekolah. Lalu, strategi promosi dan penguatan citra sekolah Muhammadiyah serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan administrasi.
Menurut Kepala MIM 8 Kandangsemangkon, harapan dari silaturahim dan studi tiru ini antara lain meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah MIM 8 dalam mengelola sekolah berbasis nilai-nilai Islam dan profesionalisme.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong transformasi budaya mutu di lingkungan MIM 8 serta memperkuat jejaring antarsekolah Muhammadiyah sebagai ekosistem pendidikan yang saling menguatkan.
Studi tiru berbasis nilai-nilai Muhammadiyah dilakukan dengan mengamati, menilai, dan merefleksikan praktik baik di sekolah tujuan berdasarkan prinsip-prinsip utama Muhammadiyah: tauhid, akhlak, ilmu, amal, dan tajdid.
Beberapa aspek yang diamati antara lain:
- Spiritualitas Tauhid: lingkungan sekolah mencerminkan nilai-nilai keislaman dan tauhid dalam aktivitas harian.
- Budaya Akhlak Mulia: interaksi guru-siswa mencerminkan adab, kasih sayang, dan keteladanan.
- Integrasi Ilmu dan Amal: pembelajaran menggabungkan ilmu pengetahuan dengan aksi nyata dan kebermanfaatan.
- Manajemen Berbasis Amanah: kepemimpinan dan tata kelola sekolah mencerminkan transparansi, akuntabilitas, dan etika.
- Inovasi dan Tajdid: adanya pembaruan dalam metode pembelajaran, teknologi, dan pelayanan.
- Penguatan Identitas Muhammadiyah: simbol, narasi, dan kegiatan sekolah memperkuat identitas serta gerakan Muhammadiyah.
- Kolaborasi dan Silaturahim: sekolah aktif membangun jejaring dan kolaborasi dengan lembaga lain.
- Pemberdayaan Guru dan Siswa: program pengembangan kompetensi guru dan kepemimpinan siswa berjalan efektif.
- Kepedulian Sosial dan Lingkungan: sekolah memiliki program peduli lingkungan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
- Keterlibatan Orang Tua dan Komunitas: terdapat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan.





0 Tanggapan
Empty Comments