Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Raker SMP Musasi Diawali Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional

Iklan Landscape Smamda
Raker SMP Musasi Diawali Pelatihan Cara Berpikir Suprarasional
Drs H M Arodhi Narasumber Cara Berpikir Suprarasional (Bella/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pertanyaan sederhana tentang kebahagiaan membuka rangkaian Rapat Kerja (Raker) SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi), Jumat (5/6/2026). Melalui pelatihan bertajuk Cara Berpikir Suprarasional: Mewujudkan Sekolah Bermutu dan Mendatangkan Rezeki Tak Terduga, para peserta diajak memahami hubungan antara ikhtiar, amanah, dan cara pandang dalam menjalankan tugas di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang menghadirkan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Cabang Surabaya tersebut diikuti oleh 63 pegawai SMP Musasi, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo, serta Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Sidoarjo. Pelatihan ini menjadi pembuka sebelum peserta memasuki agenda penyusunan program kerja sekolah untuk tahun ajaran mendatang.

Dalam sesi awal, Kepala KPM Cabang Surabaya, Drs. H. M. Arodhi, mengawali materi dengan menanyakan apakah para peserta merasa bahagia pada hari itu. Menurutnya, kebahagiaan sering kali dikaitkan dengan rezeki atau nikmat yang dimiliki seseorang.

Arodhi menjelaskan bahwa rezeki tidak selalu berbentuk materi. Ia menyebut kesehatan, keluarga yang harmonis, serta anak-anak yang menjadi penyejuk hati sebagai bagian dari nikmat yang diberikan Allah Swt.

Selanjutnya, peserta menyaksikan video profil KPM yang disampaikan oleh Dr. H. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si., selaku pendiri KPM. Dalam tayangan tersebut, Ridwan menjelaskan perjalanan KPM hingga berkembang seperti saat ini.

“Maka dari itu kita sebagai umatnya Allah hendaknya kita harus mengamalkan apa yang diperintahkanNya,” lanjut owner KPM melalui video yang ditayangkan.

Setelah pemutaran video, Arodhi melanjutkan materi dengan mengajak peserta memahami tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan. Menurutnya, seiring bertambahnya usia dan perkembangan sekolah, tantangan yang dihadapi juga akan semakin beragam.

“Semakin bertambahnya usia SMP Musasi maka semakin banyak pula masalah yang dihadapinya,” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Ankabut ayat 2–3 yang menjelaskan bahwa manusia akan diuji atas keimanan yang dimilikinya.

“Maka dari itu sudah sewajarnya bapak ibu, jika kita hidup ini seringkali dikelilingi oleh masalah,” sambungnya.

Dalam pemaparannya, Arodhi menjelaskan bahwa manusia memiliki berbagai potensi untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Potensi tersebut meliputi pancaindra yang diwujudkan melalui tindakan, akal yang digunakan untuk berpikir, serta hati yang melahirkan keyakinan.

Ia juga menjelaskan empat model cara berpikir manusia dalam menghadapi masalah yang terbagi ke dalam dua kategori. Kategori pertama adalah penyelesaian masalah berdasarkan hal-hal yang dapat diindra dan dijangkau oleh akal, yaitu cara berpikir natural dan rasional.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Arodhi, cara berpikir natural ditandai dengan kecenderungan bertindak terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan dampaknya. Sementara itu, cara berpikir rasional menempatkan proses pertimbangan dan analisis sebelum mengambil keputusan.

Kategori kedua adalah cara menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan hal-hal yang tidak kasatmata. Dalam kategori ini terdapat dua pendekatan, yaitu supranatural dan suprarasional.

Arodhi menjelaskan bahwa cara berpikir supranatural mengandalkan bantuan selain Allah Swt. Sementara itu, cara berpikir suprarasional menempatkan Allah Swt. sebagai pusat dalam setiap ikhtiar yang dilakukan manusia. Ia mencontohkan konsep tersebut melalui kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Ratu Balqis sebagaimana tercantum dalam Surah An-Naml ayat 37–44.

Dalam kisah tersebut, Nabi Sulaiman a.s. menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah Swt. kepada Ratu Balqis melalui berbagai peristiwa yang kemudian membawa sang ratu kepada pengakuan atas kekuasaan-Nya.

Pada sesi berikutnya, Arodhi mengajak peserta merenungkan kembali tujuan hidup manusia sebagaimana dijelaskan dalam Surah Az-Zariyat ayat 56.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Menurutnya, amanah yang diemban oleh para pendidik dan tenaga kependidikan di SMP Musasi merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa pekerjaan yang dilandasi niat ibadah akan menghadirkan rasa cukup, sedangkan orientasi yang semata-mata bersifat duniawi dapat menimbulkan perasaan kurang.

Di akhir kegiatan, Arodhi menegaskan bahwa cara berpikir suprarasional adalah melibatkan Allah Swt. dalam setiap urusan dan keputusan yang diambil. Ia mengajak seluruh pegawai untuk memandang tugas dan tanggung jawab di sekolah sebagai bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

“Ketika pikiran suprarasional ini dijalankan inshaAllah tinggal menunggu waktu untuk SMP Musasi menjadi sekolah yang berkemajuan,” pungkasnya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Raker SMP Musasi sebelum peserta membahas berbagai program dan target sekolah pada tahun ajaran 2026/2027. Selain membahas aspek teknis pengelolaan sekolah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan mengenai nilai-nilai yang melandasi pelaksanaan tugas dan amanah di lingkungan pendidikan. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 06/06/2026 18:02
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu