Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cegah Burnout Mahasiswa, Kuliah Subuh UMM Jadi Sarana Recharge Energi Spiritual

Iklan Landscape Smamda
Cegah Burnout Mahasiswa, Kuliah Subuh UMM Jadi Sarana Recharge Energi Spiritual
Cegah Burnout Mahasiswa, Kuliah Subuh UMM Jadi Sarana Recharge Energi Spiritual
pwmu.co -

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Kuliah Sabtu Subuh sebagai upaya membantu mahasiswa menghadapi burnout atau kelelahan mental yang semakin rentan dialami Generasi Z di tengah budaya hustle culture dan tingginya aktivitas akademik.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Pendidikan dan Pengajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) tersebut berlangsung pada Sabtu (6/6) dan menjadi bagian dari praktikum mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) II.

Program ini dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk melakukan recharge energi spiritual melalui aktivitas ibadah dan refleksi keislaman.

Dalam kegiatan tersebut, UMM menghadirkan Guru Besar Fakultas Agama Islam (FAI) sekaligus Wakil Direktur I Pascasarjana UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., yang menyampaikan materi bertajuk “Energi Positif dari Ibadah, Charger Spiritual di Tengah Kesibukan Mahasiswa”.

Sejak pukul 03.00 WIB, ratusan mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan qiyamul lail dan salat Subuh berjamaah. Setelah itu, peserta diajak merefleksikan makna ibadah di tengah dinamika kehidupan akademik yang semakin padat.

Dalam pemaparannya, Syamsul mengibaratkan kondisi mahasiswa yang kerap mengalami stres, kelelahan, hingga overthinking seperti baterai gawai yang kehabisan daya.

“Kita lebih sering merayakan keluasan daripada kedalaman, reaksi cepat daripada refleksi yang matang. Kita terhubung dengan banyak hal, tetapi pada saat yang sama kita mengalami kelelahan batin,” tegas Syamsul mengutip gagasan dari buku The Power of Full Engagement.

Menurutnya, kehidupan modern yang serba digital membuat manusia bergerak cepat dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa memiliki ruang yang cukup untuk melakukan refleksi diri.

Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh modal material, tetapi juga ditopang oleh modal spiritual dan sosial. Dalam perspektif Tarjih Muhammadiyah, ibadah menjadi sarana bertaqarrub kepada Allah sekaligus media relaksasi mental di tengah berbagai tekanan kehidupan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ibadah itu adalah satu konsep yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah SWT, baik berupa perbuatan maupun perkataan, yang tampak maupun yang tersembunyi dalam batin,” jelas Syamsul.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan mindfulness atau kesadaran penuh saat beribadah. Menurutnya, ibadah tidak boleh hanya menjadi rutinitas fisik semata tanpa keterlibatan hati dan pikiran.

“Sering kali tubuh kita berada di tempat salat, tetapi pikiran kita berada di mana-mana. Padahal hakikat ibadah adalah menghadirkan seluruh diri kita di hadapan Allah,” paparnya.

Syamsul mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak semata diukur dari tingginya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) maupun posisi strategis dalam organisasi. Lebih dari itu, kesuksesan juga ditentukan oleh kemampuan menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari ibadah.

Ia menambahkan bahwa setiap aktivitas akademik perlu dijalani dengan landasan ikhlas sebagai niat karena Allah, ihsan dengan menghadirkan kebaikan, serta itqan yang mencerminkan kesungguhan dalam menjalankan amanah.

Melalui penguatan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual tersebut, mahasiswa UMM diharapkan mampu berkembang menjadi pribadi yang tangguh, berilmu, serta berakhlak mulia dalam menghadapi tantangan era modern yang semakin kompleks.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/06/2026 17:26
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu