Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Satreskrim Polresta dan Tagana Dinsos Kota Mojokerto Bekali Siswa Spemusa Cegah Kejahatan dan Siaga Bencana

Iklan Landscape Smamda
Satreskrim Polresta dan Tagana Dinsos Kota Mojokerto Bekali Siswa Spemusa Cegah Kejahatan dan Siaga Bencana
Satreskrim Polresta dan Tim Tagana Dinsos Kota Mojokerto Geruduk SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto (Nur Furqon/PWMU.CO)
pwmu.co -

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah hari keempat di SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto (Spemusa), Kamis (16/7/2026), menghadirkan pembelajaran berbeda bagi peserta didik baru.

Sekolah menghadirkan personel Satreskrim Polresta Mojokerto dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kota Mojokerto untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan kenakalan remaja, kekerasan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter peserta didik sejak awal tahun ajaran melalui materi yang relevan dengan tantangan kehidupan remaja saat ini.

Tim Satreskrim Polresta Mojokerto yang hadir terdiri atas Brigadir Rita Trusto Jayanti, Bripda Desi Nurul Rahmawati, dan Bripda Amelia. Mereka memberikan pembekalan mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, perundungan (bullying), pelecehan seksual, penyalahgunaan narkoba, judi daring, hingga tindak kriminal lain yang berpotensi melibatkan pelajar.

Brigadir Rita Trusto Jayanti menjelaskan bahwa berbagai bentuk kenakalan remaja sering berawal dari kurangnya kewaspadaan dan pergaulan yang tidak sehat. Karena itu, para pelajar diminta lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Jangan mudah percaya kepada orang asing. Banyak kasus pelecehan seksual bermula dari modus mengajak berkenalan, berpura-pura akrab, hingga memberikan iming-iming tertentu. Beranilah menolak dan selalu berhati-hati,” tegas Rita.

Selain itu, Rita juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari berbagai tindakan yang dapat merugikan masa depan.

Materi berikutnya disampaikan Bripda Desi Nurul Rahmawati yang mengangkat tema pencegahan bullying. Ia menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, pengucilan sosial, maupun media digital.

“Bullying adalah tindakan seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat dengan sengaja menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal, relasional, maupun melalui media digital (cyberbullying),” jelas Desi.

Ia mengimbau peserta didik agar tidak menjadi pelaku perundungan. Apabila menjadi korban ataupun menyaksikan tindakan tersebut, siswa diminta segera melapor kepada guru. Jika terjadi di luar lingkungan sekolah, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor darurat 110.

Satreskrim Polresta dan Tagana Dinsos Kota Mojokerto Bekali Siswa Spemusa Cegah Kejahatan dan Siaga Bencana
Spemusa bekali siswa melalui edukasi Satreskrim dan Tagana tentang antikekerasan, kesiapsiagaan bencana, serta pembentukan karakter (Nur Furqon/PWMU.CO)

Selama penyampaian materi, para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias meskipun cuaca cukup terik. Mereka aktif memperhatikan penjelasan serta berdialog dengan narasumber mengenai berbagai persoalan yang sering terjadi di kalangan remaja.

SMPM 5 Pucang SBY

Usai sesi bersama Satreskrim, peserta diberikan waktu beristirahat sebelum mengikuti pembelajaran bersama Tim Tagana Dinas Sosial Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Imam selaku pemateri menjelaskan bahwa Tagana merupakan relawan sosial yang berada di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia dan bertugas membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Ia menerangkan bahwa selain mengelola logistik dan dapur umum saat terjadi bencana, Tagana juga memiliki tugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat.

“Kunci utama ketika menghadapi bencana adalah tetap tenang, tidak panik, segera mencari tempat berlindung yang aman, dan selalu berdoa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, siswa juga mengikuti simulasi penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi. Simulasi berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Mereka mempraktikkan langkah-langkah evakuasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto, Nuril Jannah, S.Pd., menilai rangkaian MPLS hari keempat memberikan bekal yang lengkap bagi peserta didik baru.

“MPLS Ramah hari ini menjadi paket lengkap karena siswa tidak hanya memperoleh gambaran tentang kurikulum yang akan dipelajari selama satu tahun ke depan, tetapi juga mendapatkan bekal mengenai pencegahan tindak kejahatan, bahaya perundungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Harapannya, mereka memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi,” ungkapnya.

Ia berharap pembelajaran kontekstual seperti ini mampu membentuk karakter peserta didik yang disiplin, peduli terhadap sesama, serta memiliki kemampuan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Rangkaian MPLS Ramah hari keempat pun ditutup dengan penuh keceriaan. Selain memperoleh pengalaman baru, peserta didik juga membawa bekal pengetahuan mengenai pentingnya menjaga diri, menghargai orang lain, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 18/07/2026 19:26
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu