Seminar Nasional dalam rangka Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur (IPM Jatim) digelar di BBPPMPV BOE Malang pada Jumat–Minggu (3–5/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. sebagai narasumber utama.
Seminar bertajuk “Mengembangkan Talenta Pelajar untuk Indonesia Emas 2045” itu diikuti ratusan peserta Musyawarah Wilayah IPM Jawa Timur dari berbagai kontingen kabupaten dan kota.
Mengawali pemaparannya, Mariman Darto mengaku memiliki kesan tersendiri saat bertemu para kader IPM.
“Rasanya berbeda bertemu dengan adik-adik talenta terbaik di Indonesia,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Ia menjelaskan bahwa peserta IPM merupakan bagian dari pelajar-pelajar terbaik di Indonesia. Menurutnya, dari sekitar 53 juta pelajar di Indonesia, hanya sebagian kecil yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk terlibat dalam kepemimpinan organisasi.
“Posisi adik-adik saat ini merupakan sekitar 20 persen dari seluruh pelajar Indonesia yang berjumlah sekitar 53 juta siswa. Mereka yang mau dan mampu duduk dalam sebuah kepemimpinan merupakan potensi besar bagi bangsa,” katanya.
Mariman menegaskan bahwa kader Persyarikatan Muhammadiyah harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
“Kader Persyarikatan tidak pernah berhenti belajar. Teruslah bercita-cita, penuhi kualifikasi pendidikan, dan jangan berhenti hanya pada jenjang sarjana,” pesannya.
Selain pendidikan formal, ia menilai kader Muhammadiyah juga harus memiliki berbagai keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kemampuan tidak hanya soal teknis, tetapi juga kemampuan memahami emosi dan budaya. Kalian juga harus memiliki keterampilan manajerial, kreatif, dan inovatif,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya mampu menjalankan perintah, tetapi juga harus mampu melahirkan inovasi.
“Jangan menjadi orang yang hanya bergerak ketika disuruh. Jadilah pribadi yang mampu menciptakan sesuatu, melahirkan ide-ide baru, dan memiliki kemampuan untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Menurut Mariman, kemampuan tersebut akan membentuk karakter entrepreneur leadership, yaitu kepemimpinan yang mampu menghasilkan inovasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui nilai-nilai kewirausahaan.
Dalam pemaparannya, Mariman juga menekankan bahwa kekuatan utama kader Muhammadiyah terletak pada spiritualitas.
“Kemampuan kader kita terletak pada spiritualitasnya. Iman, niat, dan kualitas ibadah akan membentuk semangat untuk berlomba dalam kebaikan,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda harus siap menghadapi berbagai perubahan global, mulai dari perkembangan teknologi, transformasi ekonomi, transisi hijau, perubahan demografi, hingga fragmentasi geoekonomi.
“Kalian harus mampu dan mau mendalami ilmu yang sebelumnya belum pernah dipelajari,” katanya.
Mariman berharap akan lahir generasi pembeda dari kader Muhammadiyah yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mimpi saya adalah lahir sosok-sosok pembeda, kader Muhammadiyah yang mampu berpikir, berkarya, melahirkan gagasan, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pada usia produktif, para pelajar saat ini akan menjadi pemimpin di berbagai bidang.
“Pada usia 32 sampai 39 tahun, kalianlah yang akan memimpin. Namun, tidak cukup hanya bersekolah. Kalian juga harus memiliki keterampilan yang memadai,” tegasnya.
Menutup pemaparannya, Mariman mendorong seluruh peserta untuk terus mengukir prestasi di berbagai bidang.
“Berprestasilah di bidang apa pun. Saat ini tersedia 149 ajang kompetisi untuk memastikan pelajar Indonesia dipersiapkan menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa prestasi akan membuka lebih banyak peluang bagi pelajar, termasuk memperoleh beasiswa.
“Orang-orang yang memiliki prestasi akan mendapatkan lebih banyak kesempatan, termasuk beasiswa. Salah satunya melalui program Bina Talenta Indonesia yang memberikan pendampingan agar peserta dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia. Dari sekitar 7.000 pendaftar, sebanyak 4.000 peserta berhasil lolos mengikuti program tersebut,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments