Awal tahun 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi SMA Muhammadiyah 1 (SMAMSA) Surabaya untuk memperkuat fondasi spiritual sekaligus kepedulian sosial. Langkah nyata itu diwujudkan dalam puncak Pengajian Akbar yang digelar oleh Komite Sekolah di lingkungan maktab setempat, Sabtu (6/6/2026).
Tak sekadar menjadi ruang refleksi, acara yang menghadirkan Rektor Institut Ahmad Dahlan Probolinggo, Assoc. Prof. Benny Prasetyo, S.Th.I., M.Pd.I., ini juga menjadi panggung pembuktian komitmen sosial sekolah melalui penguatan program kerja Lembaga Dana Taawun.
Mengusung tema “Sinergi Hijrah: Membangun Kolaborasi, Mencetak Generasi”, pengajian ini sukses mempertemukan ratusan wali murid dan jajaran pendidik SMAMSA.
Benny Prasetyo dalam tausiyahnya menekankan pentingnya kolaborasi harmonis antara institusi pendidikan dan orang tua demi melahirkan generasi emas yang tangguh secara intelektual dan akhlak.
Gayung bersambut, pesan hijrah tersebut langsung dikonkritkan melalui aksi sosial. Lembaga Dana Taawun SMAMSA mengambil panggung untuk mensosialisasikan program strategis mereka dalam mengentaskan kendala finansial siswa, khususnya terkait penyelesaian Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Ketua Lembaga Taawun SMAMSA, Galuh Adyningtyas, S.Si., memaparkan bahwa program ini telah membuahkan hasil nyata bagi kelangsungan studi para siswa. Salah satu program unggulan yang berjalan adalah pemberian intervensi berupa beasiswa penuh selama enam bulan bagi siswa yang membutuhkan.
“Sebagian besar harta yang diberikan oleh Allah kepada kita terdapat hak orang lain di dalamnya. Melalui Lembaga Taawun ini, kita bergerak bersama menyisihkan sebagian rezeki untuk menopang pendidikan anak-anak kita di SMAMSA. Insya Allah, ini menjadi keberkahan dan ladang pahala yang besar,” urai Galuh.
Sistem kerja Dana Taawun ini murni mengusung konsep gotong royong terintegrasi antara guru dan wali murid yang memiliki kelapangan finansial. Selain fokus pada pos beasiswa pendidikan, alokasi dana yang terhimpun juga diwujudkan dalam bentuk jaring pengaman sosial berupa bantuan kebutuhan pokok.
Aksi nyata langsung diperlihatkan di lokasi acara. Pihak lembaga secara simbolis menyalurkan bantuan beras kepada sejumlah wali murid yang telah terdata. Langkah stimulus ini diharapkan mampu mengurangi beban domestik keluarga siswa di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Puncak acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang mempererat nuansa kekeluargaan di internal SMAMSA. Lewat helatan ini, SMAMSA menegaskan bahwa spirit hijrah 1448 H harus melampaui jargon tekstual, melainkan mewujud pada dua aspek utama: penguatan akhlak berbasis ilmu dan penguatan kelembagaan lewat aksi nyata Dana Taawun.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments