Kepedulian terhadap korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya dengan menggalang donasi yang melibatkan seluruh siswa dan wali murid.
Dari penggalangan yang berlangsung sejak 17 hingga 27 Agustus 2026, terkumpul donasi sebesar Rp12.681.200. Bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Surabaya, Kamis (27/8/2026).
Prosesi penyerahan berlangsung di hall lantai 3 SD Muhammadiyah 16 Surabaya setelah pelaksanaan salat Dhuha berjamaah. Penyerahan donasi dilakukan oleh perwakilan IPM KIDS bersama pihak sekolah.
Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., memandu penyerahan bantuan yang turut didampingi dua perwakilan IPM KIDS, Aisyah Zakiyah dari kelas VI dan Razka Ahmad Zaidan dari kelas V.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, semoga bantuan anak-anak siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya beserta bapak-ibu wali murid kami serahkan kepada LAZISMU Surabaya,” ujar Suyono.
Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Semoga donasi ini dapat meringankan saudara-saudara kita yang terkena bencana di NTT,” lanjutnya.
Donasi tersebut diterima langsung oleh Farid Effendi, S.Sos., dari LAZISMU Surabaya bagian tasaruf.
Keterlibatan siswa tidak hanya sebatas menyumbangkan bantuan. Melalui IPM KIDS, para siswa juga diberi kesempatan terlibat dalam proses penggalangan hingga penyerahan donasi.
Aisyah Zakiyah mengaku senang dapat mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
“Alhamdulillah, aku sangat senang bisa membantu menggalang donasi untuk bencana gempa NTT,” kata Aisyah.
Menurutnya, penggalangan dana dimulai setelah pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.
Selama 11 hari penggalangan berlangsung, siswa dan wali murid berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp12.681.200.
“Sejak tanggal 17 Agustus 2026 setelah upacara bendera hingga hari ini, total donasi yang terkumpul Rp12.681.200,” ungkapnya.
Bagi Aisyah, kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi siswa untuk belajar berbagi sekaligus mengajak teman-temannya menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami bencana.
“Senang karena kami bisa ikut mengajak teman-teman untuk peduli dan membantu saudara-saudara yang sedang terkena bencana,” tambahnya.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., mengatakan keterlibatan IPM KIDS dalam kegiatan tersebut sengaja dilakukan agar siswa dapat mempraktikkan nilai kepedulian secara langsung.
“Untuk menumbuhkan sikap solidaritas terhadap sesama, IPM KIDS kita beri tanggung jawab untuk mengoordinir penggalangan donasi untuk korban bencana,” ujar Ely.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran kontekstual dari nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan langsung oleh siswa, salah satunya adalah kepedulian terhadap korban bencana,” jelasnya.
Ely menegaskan, siswa perlu diberi ruang untuk tidak hanya memahami nilai kepedulian, tetapi juga mengambil peran nyata dalam membantu sesama.
“Tidak hanya peduli, tetapi mereka kita kasih kesempatan untuk menggalang donasi,” katanya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran yang bermakna bagi para siswa.
“Semoga apa yang kita lakukan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan mendalam,” pungkasnya.
Melalui penggalangan donasi tersebut, SD Muhammadiyah 16 Surabaya memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengembangkan nilai solidaritas, tanggung jawab, dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.





0 Tanggapan
Empty Comments