Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswi MI Islamiyah Mojopetung Raih Gold Medal ME Awards 2026, Ini Kisahnya

Iklan Landscape Smamda
Siswi MI Islamiyah Mojopetung Raih Gold Medal ME Awards 2026, Ini Kisahnya
siswi MI Islamiyah Mojopetung (MIISMO) Dukun Gresik usai meraih Gold Medal kategori Ismu Fil Arabiyah ME Awards 2026 di UMM, Sabtu (8/8/2026). (Luluk Wahyuni).
pwmu.co -

Langit masih gelap ketika sebagian besar orang masih terlelap. Namun, semangat sudah terpancar dari wajah Mumtazah Himmatina Mardhatillah, siswi MI Islamiyah Mojopetung (MIISMO) Dukun Gresik, bersama sahabatnya, Faiha Mujahidah.

Dini hari itu, keduanya bersiap menuju Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengikuti ajang bergengsi Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026, Sabtu (8/8/2026).

Didampingi Kepala MI Islamiyah Mojopetung Alfah SPd, Azah—sapaan akrab Mumtazah—dan Faiha berangkat dengan penuh antusias. Keduanya mengikuti perlombaan pada kategori yang sama, yakni Ismu Fil Arabia.

Pengalaman Pertama

Bagi Azah, keikutsertaan dalam ME Awards 2026 menjadi pengalaman pertamanya. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk memberikan yang terbaik.

Dengan persiapan yang telah dilakukan sebelumnya, Azah mengikuti rangkaian perlombaan dengan penuh percaya diri.

Perjuangan Azah akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Ia sukses meraih Juara 1 Gold Medal (medali emas) dalam kategori Ismu Fil Arabiyah pada ME Awards 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Azah sekaligus keluarga besar MI Islamiyah Mojopetung. Apalagi, ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang ME Awards.

Azah mengaku sangat senang setelah mengetahui dirinya berhasil memperoleh medali emas. Ia bahkan bertekad untuk kembali mengikuti ajang tersebut pada tahun mendatang.

“Rasanya senang sekali, Bu. Tahun depan ingin mencoba lagi” tuturnya.

Ketika ditanya mengenai tingkat kesulitan soal yang diujikan, Azah mengatakan bahwa terdapat beberapa soal yang cukup menantang. Namun, menurutnya, sebagian besar soal masih dapat dikerjakan dengan baik.

“Ada beberapa soal yang sulit, tapi banyak yang mudah” lanjutnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Di balik keberhasilan Azah meraih medali emas, terdapat proses belajar dan persiapan yang tidak sebentar. Ia mendapatkan dukungan dari keluarga, guru, dan madrasah.

Perdalam Materi bersama Abi

Salah satu persiapan yang dilakukan Azah adalah belajar bersama sang Abi. Ia memanfaatkan waktu yang ada untuk memperdalam materi yang akan diujikan.

“Saya belajar dengan Abi ketika kober. Alhamdulillah, ada waktu belajar dengan Bu Guru juga ustadzah” ungkapnya.

Keseriusan dalam mempersiapkan lomba bahkan membuat Azah harus menyesuaikan aktivitas hariannya. Salah satunya adalah meninggalkan sementara jadwal TPA tempat ia biasa mengaji Al-Qur’an.

“Meskipun berat karena harus meninggalkan TPA” imbuhnya.

Bagi Azah, pengorbanan tersebut menjadi bagian dari proses untuk mencapai hasil terbaik. Dukungan dan doa dari orang tua, guru, serta seluruh keluarga besar madrasah menjadi penyemangat baginya selama menjalani persiapan hingga mengikuti perlombaan.

Medali emas yang berhasil diraih Azah pada ME Awards 2026 bukan hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga pengalaman berharga yang diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan berprestasi.

Keberhasilan siswi MI Islamiyah Mojopetung ini sekaligus menjadi bukti bahwa dengan keberanian mencoba, kesungguhan dalam belajar, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya, siswa dapat mengembangkan potensi dan mengukir prestasi di berbagai ajang.

Kini, setelah berhasil membawa pulang Gold Medalist ME Awards 2026, Azah telah memiliki satu pengalaman berharga. Ia pun menyimpan tekad untuk kembali mencoba dan memberikan prestasi terbaik pada ajang berikutnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 11/08/2026 09:52
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu