Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sosialisasi Pembelajaran Kelas V SD Muhammadiyah 16 Satukan Komitmen Orang Tua dan Sekolah

Iklan Landscape Smamda
Sosialisasi Pembelajaran Kelas V SD Muhammadiyah 16 Satukan Komitmen Orang Tua dan Sekolah
Penerimaan reward wali murid dalam acara Sosialisasi wali murid kelas V Sekolah Kreatif Baratajaya. (Ahmad Mahmudi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Hall lantai 3 SD Muhammadiyah 16 Surabaya dipenuhi ratusan wali murid kelas V dalam kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (25/7/2026). Suasana hangat, penuh antusias, dan sesekali diselingi pembagian reward mewarnai pertemuan yang menjadi momentum menyatukan komitmen sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka oleh Sofwan Hidayat, S.Hum., M.Pd. Selanjutnya, Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya Ely Rhodlifah, SH., M.Pd. mengajak seluruh wali murid menjadikan pertemuan tersebut sebagai awal membangun komunikasi yang lebih erat selama anak-anak menempuh pendidikan di kelas V.

“Terima kasih banyak atas kehadiran Bapak dan Ibu wali murid. Kehadiran panjenengan menunjukkan kepedulian yang luar biasa terhadap pendidikan putra-putrinya,” ujar Ely.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan proses belajar di sekolah. Budaya positif yang dibangun guru perlu diteruskan di lingkungan keluarga agar menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Kelas V ini kita bentuk dengan budaya sekolah yang berkarakter. Kami berharap budaya yang dibangun di sekolah juga berlanjut di rumah, seperti salat tepat waktu, membiasakan membaca buku, menjaga kebersihan lingkungan, dan disiplin dalam setiap kegiatan,” jelasnya.

Roadmap Pembelajaran

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Kepala Sekolah Suyono, S.Si. yang menjelaskan secara rinci agenda pembelajaran selama satu tahun.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan telah disusun dalam kalender pendidikan sehingga orang tua dapat mengetahui tahapan pembelajaran yang akan dijalani putra-putrinya.

“Buku yang sudah diterima memuat hari efektif sekaligus rincian kegiatan selama satu tahun. Orang tua bisa mengikuti setiap program yang telah kami rancang,” kata Suyono.

Ia juga menjelaskan salah satu program unggulan kelas V, yakni outbound di Madiun.

“Outbound akan dilaksanakan pada semester pertama selama tiga hari dengan menggunakan kereta api. Kegiatan ini bukan sekadar wisata, tetapi sarana melatih disiplin, kemandirian, kerja sama, dan tanggung jawab siswa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, sekolah juga kembali mengenalkan implementasi Leader in Me (LiM) sebagai budaya yang diterapkan di SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Pemateri menjelaskan bahwa LiM dibangun melalui tiga pilar utama.

“Leadership, culture, dan academic menjadi fondasi utama. Ketiga komponen ini akan berhasil apabila nilai-nilainya juga diterapkan di rumah bersama orang tua,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menambahkan bahwa seluruh ekosistem sekolah dilibatkan dalam membangun budaya kepemimpinan.

“Siswa memiliki Student Lighthouse Team, guru tergabung dalam Teacher Lighthouse Team, sedangkan orang tua akan berkolaborasi melalui Parent Lighthouse Team. Jadi, pendidikan karakter benar-benar menjadi tanggung jawab bersama,” paparnya.

Sinergi Orang Tua

Suasana Hall lantai 3 semakin hidup ketika Kepala Sekolah Ely Rhodlifah mengundang para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SD Muhammadiyah 16 Surabaya sejak kelas I. Banyaknya orang tua yang maju ke depan membuat suasana semakin meriah.

“Ternyata banyak wali murid kita yang tetap mempertahankan kepercayaan kepada sekolah. Ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik,” tutur Ely yang disambut tepuk tangan peserta.

Kehangatan pertemuan berlanjut pada pemilihan koordinator wali murid di setiap kelas. Meski berlangsung secara aklamasi, proses diskusi berjalan dinamis dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

Memasuki sesi dialog, sejumlah wali murid menyampaikan berbagai pertanyaan. Salah satunya mengenai kesiapan sekolah menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), termasuk strategi pendampingan dan tugas akhir siswa.

Perwakilan orang tua peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) juga menanyakan kemungkinan adanya penyesuaian materi TKA sesuai kebutuhan belajar anak.

Selain itu, salah seorang wali murid meminta penjelasan mengenai perkembangan akademik siswa yang dapat diteruskan melalui pendampingan belajar di rumah.

Seluruh pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh Dian Permanasari, S.Sos. bersama guru kelas V, Ita, yang menegaskan bahwa sekolah terus melakukan pendampingan sesuai karakteristik peserta didik serta membuka ruang komunikasi dengan orang tua agar proses belajar berjalan selaras.

Melalui sosialisasi yang berlangsung di Hall lantai 3 tersebut, SD Muhammadiyah 16 Surabaya kembali menegaskan bahwa pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang penyampaian program, tetapi juga ruang membangun kepercayaan, menyamakan harapan, dan memperkuat sinergi demi menghadirkan pembelajaran yang berkarakter, berprestasi, dan bermakna bagi setiap peserta didik. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 26/07/2026 20:20
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu