Dua dekade perjalanan Majalah Matan menjadi momentum bagi jajaran redaksi untuk mengenang kembali ikhtiar di balik lahirnya majalah yang menjadi salah satu media dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur tersebut.
Memperingati 20 tahun sejak terbit perdana pada Agustus 2006, redaksi Majalah Matan bersilaturahmi ke kediaman Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, M.A., di Kelurahan Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Sabtu (15/8/2026).
Rombongan dipimpin Pemimpin Redaksi Majalah Matan, Ainur Rofiq Sophiaan, didampingi Sekretaris Redaksi Anifatul Asfiyah. Turut hadir Layouter Majalah Matan Edy Subagyardjo (Edo) bersama istri, wartawan Majalah Matan Imam Syahroni dan Habib Muzakki, serta Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur Prof. Achmad Zuhdi, M.Fil.I.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Redaksi juga ingin mengenang proses panjang dan kerja keras yang dilakukan para pengelola Matan ketika mempersiapkan terbitan perdananya dua dekade silam.
Pemred Majalah Matan Ainur Rofiq Sophiaan mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari refleksi perjalanan Matan selama 20 tahun.
“Maksud kami sowan ke Panjenengan sebagai bentuk merayakan milad dua dekade Majalah Matan yang diperingati bulan Agustus,” tuturnya.
Tiga Bulan Menyiapkan Terbitan Perdana
Kenangan tentang masa-masa awal penerbitan Matan turut disampaikan Edy Subagyardjo. Sebagai layouter, ia mengingat bagaimana tim harus mempersiapkan terbitan perdana jauh sebelum majalah tersebut beredar.
Menurut Edo, persiapan untuk menerbitkan edisi pertama membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Dalam rentang waktu tersebut, tim redaksi mulai mengumpulkan naskah, melakukan penyuntingan, hingga menata desain dan layout majalah.
“Tiga bulan sebelumnya sudah siap-siap untuk terbit pertama di bulan Agustus. Kita mengumpulkan tulisan, mengatur layout, dan mengedit tulisan yang akan terbit,” ungkapnya.
Proses tersebut menjadi bagian penting dari sejarah kelahiran Majalah Matan. Di tengah keterbatasan teknologi dan pola kerja media pada masa itu, para pengelola Matan harus membangun ritme kerja redaksi dari awal agar majalah dapat hadir dan diterima pembaca.
Edo juga mengenang salah satu tulisan yang menghiasi edisi awal Majalah Matan. Tulisan tersebut berasal dari Prof. Achmad Zuhdi dan mengangkat tema tentang The Miracle of Water.
“Salah satu tulisan pertama yang tertuang di Majalah Matan adalah tulisan Prof. Zuhdi yang membahas The Miracle of Water,” ujarnya.
Dua puluh tahun kemudian, kenangan tentang persiapan terbitan perdana itu menjadi bagian dari perjalanan panjang Matan. Dari proses mengumpulkan tulisan, mengedit naskah, hingga menyusun halaman demi halaman, terdapat kerja kolektif yang menjadi fondasi keberlangsungan majalah hingga memasuki usia dua dekade.
Momentum milad ke-20 pun menjadi kesempatan bagi redaksi untuk kembali menengok jejak tersebut. Silaturahmi ke kediaman Prof. Syafiq A. Mughni menjadi ruang untuk merawat ingatan sekaligus memperkuat komitmen agar Matan terus hadir sebagai media yang merekam gagasan, dinamika, dan gerakan Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments