Perkembangan teknologi terus membawa perubahan dalam dunia pendidikan, termasuk di lingkungan sekolah Muhammadiyah Lamongan.
SD Muhammadiyah 2 Babat menjadi salah satu sekolah yang mengambil langkah lebih awal dengan mengembangkan sistem pendidikan berbasis digital melalui pemanfaatan platform Klasmart.
Langkah tersebut kemudian diikuti SD Muhammadiyah 1 Lamongan, SD Muhammadiyah 1 Babat, serta SMP Muhammadiyah 1 Babat yang turut memulai transformasi digital dalam kegiatan pendidikan.
Transformasi menuju sekolah digital tidak dilakukan secara terburu-buru. Selama beberapa bulan terakhir, para ustadz dan ustadzah SD Muhammadiyah 2 Babat mengikuti proses pembelajaran dan pendampingan bersama Zahra dari tim Klasmart untuk memahami berbagai fitur serta teknis penerapannya.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan guru agar mampu mengoptimalkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran dan pelayanan sekolah.
Buat Pembelajaran Makin Adaptif
Kegiatan pendampingan kembali berlangsung pada Rabu (12/8/2026) di ruang kelas 1B SD Muhammadiyah 2 Babat.
Dalam kegiatan tersebut, Zahra mendampingi para guru mempelajari penggunaan Klasmart secara lebih mendalam. Mulai dari pengoperasian platform hingga pemanfaatannya untuk mendukung aktivitas pembelajaran.
Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan pada masa kini.
Ke depan, SD Muhammadiyah 2 Babat mempersiapkan penerapan pembelajaran secara digital dengan memanfaatkan berbagai perangkat, seperti handphone, tablet, dan laptop.
Siswa-siswi akan diarahkan untuk menggunakan Klasmart sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga aktivitas belajar tidak hanya berlangsung melalui metode konvensional di ruang kelas.
Pola tersebut sekaligus menjadi upaya sekolah untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi secara nyata kepada peserta didik sejak jenjang sekolah dasar.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Babat, Ainur Rofiq SE SPd menegaskan bahwa digitalisasi menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, penggunaan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi guru, siswa, dan orang tua, bukan sekadar mengikuti tren digital yang berkembang.
“Sekolah harus terus berkembang. Digitalisasi bukan hanya tentang menggunakan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat membantu guru bekerja lebih efektif dan memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada siswa dan orang tua” ujarnya.
Guru Cepat Beradaptasi
Sementara itu, Zahra dari tim Klasmart menyampaikan apresiasi atas perkembangan penggunaan platform di SD Muhammadiyah 2 Babat.
Menurutnya, para guru menunjukkan kemampuan beradaptasi yang cepat setelah mengikuti proses pendampingan dan mulai menghadirkan berbagai inovasi dalam pemanfaatan Klasmart.
“Platform Klasmart ini memiliki banyak layanan, yakni absensi siswa, pembelajaran yang sudah terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka, serta materi pembelajaran dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah bagi sekolah Muhammadiyah” jelasnya.
Selain mendukung pembelajaran, Klasmart menyediakan sejumlah layanan yang dapat membantu pengelolaan administrasi sekolah. Platform tersebut mencakup rapor siswa dan layanan keuangan sekolah sehingga berbagai kebutuhan sekolah dapat terintegrasi dalam satu sistem digital.
Kehadiran berbagai fitur itu membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan pengelolaan pendidikan yang lebih praktis, terstruktur, dan sesuai dengan tuntutan era digital.
Langkah yang dilakukan SD Muhammadiyah 2 Babat juga memperoleh respons positif dari sekolah Muhammadiyah lainnya.
SD Muhammadiyah 1 Lamongan, SD Muhammadiyah 1 Babat, dan SMP Muhammadiyah 1 Babat turut bergabung menggunakan Klasmart sebagai bagian dari upaya mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis teknologi.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital mulai mendapat ruang yang semakin luas di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Digitalisasi pendidikan akhirnya tidak hanya menjadi program satu sekolah, tetapi mulai berkembang menjadi gerakan bersama di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Apa yang diawali SD Muhammadiyah 2 Babat kini mulai diikuti sekolah lainnya, sehingga terbuka peluang terbentuknya ekosistem pendidikan digital Muhammadiyah yang semakin terintegrasi.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan peran guru dalam mendampingi proses belajar siswa.





0 Tanggapan
Empty Comments