Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Teologi Al-Ma’un dan Transformasi Kesalehan: Islam Harus ‘Mendarat’ di Ruang Perawatan Pasien

Iklan Landscape Smamda
Teologi Al-Ma’un dan Transformasi Kesalehan: Islam Harus ‘Mendarat’ di Ruang Perawatan Pasien
Teologi Al-Ma’un dan Transformasi Kesalehan: Islam Harus ‘Mendarat’ di Ruang Perawatan Pasien
pwmu.co -

Spirit perjuangan Ahmad Dahlan kembali digelorakan di lingkungan RS Muhammadiyah Ponorogo melalui agenda Kajian Rutin Karyawan yang digelar pada Rabu (6/5/2026).

Dalam kajian yang berlangsung di Masjid Ibnu Sina RSUMP tersebut, Ustadz Dr. Wawan Kusnawan, M.Pd.I menegaskan bahwa menjadi bagian dari Muhammadiyah berarti memikul tanggung jawab sebagai pewaris gerakan Islam yang nyata, bukan sekadar identitas simbolis.

Kajian mengangkat tema “Teologi Surat Al-Ma’un dan Transformasi Kesalehan” yang menekankan pentingnya menghadirkan nilai Islam dalam aksi sosial dan pelayanan kemanusiaan.

Dalam pemaparannya, Dr. Wawan menjelaskan bahwa Teologi Al-Ma’un menjadi fondasi penting dalam membentuk wajah Islam progresif di Indonesia.

Menurutnya, kesalehan seorang Muslim tidak cukup hanya diwujudkan dalam ritual ibadah, tetapi juga harus hadir dalam pelayanan sosial yang nyata.

“Menjadi bagian dari Muhammadiyah berarti menjadi pewaris semangat ‘gerakan’. Islam tidak boleh berhenti di atas sajadah saja. Kesalehan kita harus ‘mendarat’ dan dirasakan kehadirannya di ruang-ruang perawatan pasien,” ujar Dr. Wawan dengan penuh penekanan.

Ia menambahkan bahwa setiap senyum, keramahan, dan ketulusan tenaga medis dalam melayani pasien merupakan bentuk nyata pengamalan Surat Al-Ma’un.

Di lingkungan rumah sakit Muhammadiyah, pelayanan kesehatan dipandang sebagai manifestasi ibadah sosial yang memiliki nilai setara dengan ibadah mahdah.

SMPM 5 Pucang SBY

Kajian yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diinisiasi oleh Kepala Sub Bagian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) RS Muhammadiyah Ponorogo, Arifudin Khoironi, M.Pd.

Menurutnya, kegiatan rutin tersebut bertujuan menjaga spiritualitas sekaligus memperkuat visi dakwah seluruh karyawan RSUMP.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen di RSUMP memiliki kesamaan visi. Bahwa bekerja di sini adalah bagian dari dakwah. Melalui bimbingan Dr. Wawan, kita diingatkan kembali bahwa transformasi kesalehan individu harus berubah menjadi kesalehan sosial dalam bentuk pelayanan prima kepada pasien,” ungkap Arifudin.

Para peserta tampak antusias mengikuti kajian yang berlangsung khidmat di Masjid Ibnu Sina. Materi yang disampaikan menjadi refleksi mendalam bagi para tenaga kesehatan agar melihat pasien bukan sekadar subjek medis, tetapi saudara yang wajib dimuliakan sesuai pesan Surat Al-Ma’un.

Melalui kajian ini, RS Muhammadiyah Ponorogo terus memperkuat posisinya tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga institusi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan Islam berkemajuan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/05/2026 16:02
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡