Wakil Ketua LPCR PM (Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid) PWM Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, menegaskan pentingnya mengembalikan peran strategis masjid sebagai pusat peradaban umat Islam.
Hal tersebut disampaikannya dalam kesempatan pembinaan masjid dan penguatan gerakan dakwah Muhammadiyah dengan mengusung tema Masjid Memakmurkan, dari Masjid Kita Bangkit, Ahad (7/6/2026)
Menurut Fathurrahim Syuhadi, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah salat, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, musyawarah, serta pelayanan sosial yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sejak masa Rasulullah SAW, masjid telah menjadi pusat aktivitas umat yang melahirkan berbagai kemajuan dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
“Masjid harus kembali menjadi pusat pemberdayaan umat. Ketika masjid hidup dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat, maka masyarakat di sekitarnya juga akan tumbuh menjadi masyarakat yang kuat, berdaya, dan berkemajuan,” ujar Fathurrahim.
Ia menjelaskan bahwa memakmurkan masjid bukan sekadar membangun fisik yang megah atau melengkapi fasilitas yang modern. Kemakmuran masjid sesungguhnya tercermin dari banyaknya jamaah yang hadir untuk beribadah, mengikuti kajian keislaman, majelis ilmu, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Menurutnya, masjid yang makmur akan melahirkan masyarakat yang memiliki kekuatan spiritual yang kokoh. Melalui kegiatan pembinaan dan pendidikan yang berlangsung di masjid, nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan persaudaraan dapat ditanamkan secara berkelanjutan kepada jamaah.
Selain fungsi pembinaan ruhani, Fathurrahim juga menekankan pentingnya peran masjid dalam membangun kepedulian sosial. Berbagai program seperti pengelolaan zakat, infak, sedekah, santunan anak yatim, bantuan kepada kaum dhuafa, hingga kegiatan kemanusiaan dapat dijalankan melalui masjid sebagai bentuk nyata kehadiran Islam dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Masjid harus menjadi rumah bagi umat. Di dalamnya terdapat ruang untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan. Ketika fungsi sosial masjid berjalan dengan baik, maka ukhuwah Islamiyah dan solidaritas masyarakat akan semakin kuat,” ungkap penulis buku Cabang Ranting dan Masjid Pilar Penting Muhammadiyah,
Fathurrahim juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam kegiatan kemasjidan. Menurutnya, remaja masjid memiliki peran strategis dalam melanjutkan estafet dakwah dan memakmurkan masjid di masa depan. Berbagai program kepemimpinan, kajian keislaman, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan kreatif perlu terus dikembangkan agar masjid menjadi tempat yang ramah dan menarik bagi generasi muda.
Di era modern, lanjutnya, masjid juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha mikro, koperasi syariah, dan berbagai program ekonomi produktif lainnya. Dengan meningkatnya kesejahteraan jamaah, masjid akan semakin mampu menjalankan fungsi dakwah dan pelayanan sosial secara optimal.
Fathurrahim Syuhadi menegaskan bahwa kebangkitan umat dapat dimulai dari masjid. Masjid yang hidup dan makmur akan melahirkan jamaah yang aktif, masyarakat yang peduli, generasi muda yang berkualitas, serta lingkungan yang harmonis.
“Masjid Memakmurkan, dari Masjid Kita Bangkit’ bukan sekadar slogan, tetapi sebuah gerakan bersama untuk mengembalikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat. Dari masjid yang makmur, insyaallah akan lahir masyarakat Islam yang berkemajuan dan membawa manfaat bagi bangsa,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments