Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dr Aang Kunaepi: Ketaatan kepada Allah Harus Diutamakan daripada Kultus kepada Manusia

Iklan Landscape Smamda
Dr Aang Kunaepi: Ketaatan kepada Allah Harus Diutamakan daripada Kultus kepada Manusia
Dr Aang Kunaepi MAg dalam Pengajian Ahad Pagi putaran kedua PCM Pekajangan di halaman Masjid Al-Hikmah Pangkah, Minggu (07/06/2026). (Shofani/PWMU.CO).
pwmu.co -

Pengajian Ahad Pagi putaran kedua oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan Pekalongan berlangsung penuh antusiasme di halaman Masjid Al-Hikmah Pangkah, Minggu (07/06/2026).

Kegiatan ini bertempat di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pangkah Kecamatan Karangdadap. Lebih lanjut, pengajian tersebut menghadirkan Dr Aang Kunaepi MAg dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah sebagai pemateri.

Pengajian terhadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Pekajangan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Cabang Pekajangan.

Selain itu, hadir pula organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta masyarakat umum yang memadati area pengajian sejak pagi hari.

Alokasi Infaq Pengajian

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pangkah, Mubariyin MPd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Pengajian Ahad Pagi tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh infaq yang terkumpul pada kegiatan kali ini akan dialokasikan untuk mendukung program perluasan lahan TK ABA Pangkah sebagai upaya pengembangan fasilitas pendidikan anak usia dini di lingkungan ranting.

Selain itu, Mubariyin juga menyampaikan perkembangan positif dalam penghimpunan dana keumatan di wilayah Pekajangan.

Menurutnya, perolehan hewan kurban pada Iduladha tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun demikian, ia berharap peningkatan tersebut dapat diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat mal melalui Lazismu.

“Perolehan kurban tahun ini mengalami kenaikan yang menggembirakan. Semoga semangat berkurban ini juga diikuti dengan peningkatan kesadaran membayar zakat mal melalui Lazismu sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan umat” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan, Hadi Purwanto MPd dalam sambutannya menyampaikan berbagai capaian dan perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah di lingkungan Cabang Pekajangan.

Ia menjelaskan bahwa SD Muhammadiyah 1 Pekajangan memperoleh bantuan revitalisasi sekolah sebesar Rp516 juta.

Selain itu, SD Muhammadiyah 4 Pekajangan juga mendapatkan bantuan revitalisasi dari Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah senilai Rp903 juta untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Tidak hanya itu, SMA Muhammadiyah 1 Pekajangan (SMUHI) juga memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp516 juta.

Hadi menilai bantuan tersebut menjadi bukti kepercayaan berbagai pihak terhadap kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Pekajangan.

Pembangunan IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan

Perkembangan menggembirakan juga terjadi di IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan. Saat ini pesantren tersebut mendapatkan dukungan pembangunan gedung asrama dua lantai yang dirancang memiliki kapasitas hingga 12 ruang kelas.

Selain itu, pembangunan juga mendapat perhatian dan bantuan dari anggota DPR RI Fraksi PAN Jawa Tengah, H Sofwan Sumadi.

Menurut Hadi, kualitas pendidikan IMBS Miftakhul Ulum semakin terlihat dengan banyaknya santri yang berhasil melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke Mesir dan Turki pada tahun ini.

Di akhir sambutannya, Hadi kembali mengingatkan pentingnya optimalisasi penghimpunan zakat mal di wilayah Cabang Pekajangan.

“Zakat mal di wilayah Cabang Pekajangan masih perlu ditingkatkan. Padahal nilai kurban tahun ini mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Semestinya semangat berzakat juga dapat tumbuh seimbang untuk mendukung kemaslahatan umat yang lebih luas” tegasnya.

Memasuki acara inti, jamaah mendapatkan siraman rohani dari Dr Aang Kunaepi MAg yang mengangkat tema penting tentang keseimbangan dalam beragama dan bahaya sikap ekstrem dalam menjalankan ajaran Islam.

Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa orang yang benar-benar beriman akan lebih memilih kebahagiaan hakiki daripada sekadar mengejar kesuksesan duniawi.

“Orang yang beriman akan memilih kebahagiaan terlebih dahulu daripada kesuksesan. Karena kebahagiaan yang sejati lahir dari kedekatan dengan Allah” ungkapnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an menggambarkan adanya manusia yang ketika berdoa hanya memohon kebaikan dunia tanpa memikirkan kehidupan akhirat.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa seseorang belum sepenuhnya mengenali hakikat dirinya sebagai hamba Allah.

4 Unsur Utama Kebahagiaan

Lebih lanjut, Dr Aang mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali mengenai empat unsur utama kebahagiaan.

Pertama, Ma’rifatun Nafs atau mengenal diri sendiri. Yakni menyadari asal-usul manusia, kelemahan yang dimiliki, dan memahami bahwa keberadaan manusia merupakan bentuk kasih sayang Allah.

Kedua, Ma’rifatullah, yaitu mengenal Allah beserta sifat-sifat keagungan-Nya. Ketiga, Ma’rifatuddunya, yakni memahami bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara sekaligus ladang amal untuk kehidupan akhirat.

Keempat, Ma’rifatul Akhirah, yaitu keyakinan bahwa kehidupan akhirat merupakan tujuan akhir yang kekal sehingga mendorong manusia untuk memperbanyak amal saleh.

Dalam tausiyahnya, beliau juga menjelaskan makna keikhlasan yang sesungguhnya. Menurutnya, keikhlasan adalah bentuk pemurnian ibadah dan ketaatan hanya kepada Allah SWT sebagaimana kandungan yang diajarkan dalam Surat Al-Ikhlas.

“Ketaatan kepada Allah bersifat mutlak, sedangkan ketaatan kepada manusia bersifat relatif. Tidak boleh seseorang menempatkan manusia pada posisi yang melebihi ketentuan syariat” jelasnya.

Dr Aang kemudian mengingatkan jamaah mengenai sabda Rasulullah SAW yang memerintahkan umat Islam untuk menjauhi sikap berlebihan dalam beragama.

Sikap ekstrem, menurutnya, dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik dalam aspek akidah, ibadah, maupun hubungan sosial.

Beliau menyoroti fenomena pengkultusan tokoh yang masih sering terjadi di berbagai lingkungan masyarakat.

Bahasa Feodalisme

Menurutnya, budaya feodalisme dan kultus individu dapat menyebabkan seseorang menganggap tokoh agama atau pemimpinnya selalu benar tanpa ruang untuk melakukan tabayun dan koreksi.

“Jangan ekstrem dalam beragama dengan mengkultuskan tokoh. Ketika manusia ditempatkan terlalu tinggi, muncul anggapan bahwa apa pun yang disampaikan tokoh tersebut pasti benar. Padahal yang ma’shum hanyalah para nabi. Kita harus tetap menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai ukuran kebenaran” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak berlebihan dalam menjalankan ibadah dengan melakukan amalan-amalan yang tidak memiliki dasar tuntunan yang jelas dari Rasulullah SAW.

Sikap ekstrem dalam akidah juga harus dihindari karena dapat menjauhkan umat dari ajaran Islam yang wasathiyah atau moderat.

Menjelang akhir tausiyahnya, Dr Aang memberikan pesan tentang pentingnya rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa dalam urusan harta benda, seseorang hendaknya tidak selalu membandingkan diri dengan orang yang lebih kaya karena dapat menimbulkan rasa iri dan ketidakpuasan.

“Dalam urusan dunia, lihatlah kepada orang yang berada di bawah kita agar tumbuh rasa syukur. Jika terus melihat ke atas, seseorang akan mudah merasa kurang dan akhirnya iri hati” pesannya.

Pengajian Ahad Pagi tersebut tertutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh jamaah dapat mengamalkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan, moderat, serta menjauhi berbagai bentuk sikap berlebihan dalam beragama.

Semangat beragama yang seimbang, berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, diharapkan mampu memperkuat ukhuwah serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 07/06/2026 20:36
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu