Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Waspada Penyakit Ghurur Zaman Now: Ketika Ilusi Dianggap Prestasi

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Waspada Penyakit Ghurur Zaman Now: Ketika Ilusi Dianggap Prestasi
Dalam khazanah Islam, keadaan ketika manusia terpedaya oleh anggapan atau penilaian yang menyesatkan dikenal sebagai ghurur. Foto: Asruri Muhammad.

Surah Al-Hujurat ayat 6 mengingatkan pentingnya memeriksa berita sebelum mengambil tindakan. Informasi tidak menjadi benar hanya karena sering dibagikan atau sesuai dengan keyakinan kita.

Ketika Kepalsuan Memperoleh Pengakuan

Kepalsuan menjadi lebih berbahaya ketika memperoleh dukungan yang tampak luas. Di ruang digital, pesan tertentu dapat disebarkan secara terkoordinasi melalui banyak akun, termasuk oleh buzzer berbayar.

Pengulangan membuat sebuah narasi tampak populer, lalu popularitas dianggap sebagai bukti kebenaran.

Padahal, banyak akun yang menyuarakan pesan serupa belum tentu mewakili pendapat yang benar-benar mandiri.

Meski demikian, tidak setiap kampanye merupakan manipulasi dan tidak setiap dukungan yang ramai berarti palsu. Sumber, pola penyebaran, kepentingan, dan bukti tetap perlu diperiksa.

Ketika penilaian terbentuk sebelum fakta diperiksa, reputasi seseorang dapat rusak sebelum ia memperoleh kesempatan menjelaskan. Sebaliknya, seseorang bisa dipercaya hanya karena memiliki banyak pengikut, jabatan, atau pengaruh. Ukuran kebenaran pun bergeser dari bukti menuju popularitas.

Surah An-Nisa ayat 135 mengingatkan agar manusia teguh menegakkan keadilan, sekalipun bertentangan dengan kepentingan diri sendiri atau kerabat.

Prinsip ini juga berlaku ketika menilai orang yang berbeda kelompok atau pandangan. Kita tidak boleh membenarkan pihak sendiri hanya karena kedekatan, lalu menolak pihak lain tanpa memeriksa bukti.

Kepalsuan tidak berubah menjadi kebenaran hanya karena banyak pengikut. Namun, ketika orang berhenti memeriksa dan menerima sesuatu semata-mata karena ramai dipercaya, kepalsuan dapat memperoleh kekuatan sosial yang nyata.

Melawan Ghurur: Mawas Diri dan Mencari Kebenaran

Melawan ghurur tidak cukup dengan menuduh orang lain tertipu. Kita perlu menyadari bahwa diri sendiri pun dapat keliru.

Kerendahan hati bukan kelemahan, melainkan kesediaan untuk terus belajar dan memperbaiki penilaian.

Sikap ini dapat diwujudkan dengan memeriksa kebutuhan sebelum membeli, menelusuri sumber sebelum membagikan informasi, dan menunda penilaian ketika bukti belum cukup. Dalam beragama, kita perlu memeriksa niat, landasan amal, dan pengaruhnya terhadap akhlak.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Surah Al-Isra ayat 36 mengingatkan agar manusia tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahuinya. Kita tidak perlu tergesa-gesa menyimpulkan atau berbicara tentang hal yang belum dipahami.

Mengakui belum tahu sering kali lebih terhormat daripada menyampaikan sesuatu dengan penuh keyakinan tanpa dasar memadai.

Sikap kritis juga harus disertai keadilan. Tidak semua iklan adalah penipuan, tidak semua pendapat berbeda merupakan manipulasi, dan tidak semua perubahan zaman membawa keburukan.

Yang diperlukan bukan kecurigaan tanpa batas, melainkan kesungguhan memeriksa fakta dan keberanian mengoreksi diri.

Pada akhirnya, ghurur mengajak kita meninjau kembali ukuran keberhasilan, keyakinan, dan kebenaran yang selama ini dipegang.

Apakah yang kita kejar benar-benar bermanfaat? Apakah yang kita banggakan layak dibanggakan? Apakah yang kita bela memang benar, atau sekadar sesuatu yang terlanjur menjadi bagian dari identitas kita?

Kepalsuan tidak selalu menang karena kebenaran tidak tersedia. Terkadang, ia menang karena manusia lebih memilih apa yang ingin dipercayainya daripada apa yang seharusnya diperiksanya.

Sebelum bertanya siapa yang sedang menipu kita, ada baiknya kita bertanya kepada diri sendiri: jangan-jangan ada sesuatu yang selama ini kita yakini, kita banggakan, atau kita perjuangkan, tetapi belum pernah sungguh-sungguh kita periksa kebenarannya?

Sebab, yang paling berbahaya bukan ketika kita pernah tertipu, melainkan ketika kita telah begitu nyaman dengan keyakinan sendiri sehingga tidak lagi merasa perlu mencari kebenaran

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 21/10/2026 01:46
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu