Sekitar 1300 anak PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Tulungagung mengikuti Gebyar Tari Massal Reog Kendang dan Jaranan yang digelar Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Tulungagung.
Ribuan anak tersebut berasal dari 19 Taman Kanak-Kanak, 8 Kelompok Bermain, dan 4 Taman Penitipan Anak Aisyiyah, serta didampingi sekitar 140 guru PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan yang berlangsung di GOR Lembu Peteng, Tulungagung pada Sabtu (29/8/2026) ini menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni budaya lokal sejak usia dini.
Gebyar seni budaya tersebut merupakan bagian dari peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dengan mengusung tema “Melestarikan Seni Budaya Lokal, Menumbuhkan Kreativitas dan Karakter Anak Sejak Dini.”
Ikhtiar Dekatkan Budaya Daerah
Ketua IGABA Kabupaten Tulungagung Sulastri SPd mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pendidikan dalam mendekatkan budaya daerah kepada anak-anak.
Reog Kendang dipilih karena merupakan salah satu kesenian tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi dan menjadi bagian dari identitas Kabupaten Tulungagung.
Sementara Jaranan merupakan seni pertunjukan tradisional yang berkembang dan dikenal luas di Jawa
Konsep kegiatan dirancang ceria, edukatif, kreatif, dan ramah anak. Anak tidak dituntut tampil sempurna, tetapi diberi kesempatan menikmati proses berkesenian, bekerja sama, berekspresi, serta membangun kepercayaan diri.
Gebyar Tari Massal Reog Kendang dan Jaranan tersebut juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung yang diwakili Kepala Bidang PAUD sekaligus membuka kegiatan menyebut gebyar tersebut sebagai kegiatan yang luar biasa untuk memperkenalkan budaya kepada anak.
“Gebyar Tari Reog Kendang dan Jaranan ini merupakan ajang tari yang luar biasa dalam rangka pengenalan budaya sejak dini” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, kegiatan tari massal yang melibatkan anak usia dini tersebut menjadi sarana positif untuk mengenalkan budaya khas Tulungagung kepada generasi penerus.
“Kami mengapresiasi terlaksananya gebyar tari massal ini. Sungguh luar biasa untuk mengenalkan budaya Tulungagung sejak dini,” tuturnya.
Pendidikan Karakter di Balik Reog
Gebyar Reog Kendang dan Jaranan tidak hanya diarahkan sebagai pertunjukan seni. Di balik gerakan yang dimainkan anak-anak terdapat proses pendidikan karakter.
Melalui kegiatan tersebut, anak dilatih untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, kepercayaan diri, kemampuan motorik, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian.
Nilai cinta budaya dan tanah air juga menjadi bagian penting yang ingin ditanamkan kepada anak.
Hal tersebut sejalan dengan peran PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal dalam memberikan pengalaman belajar bermakna melalui kegiatan seni dan budaya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri dan mengenal kekayaan budaya daerahnya.
Keterlibatan sekitar 1.300 anak dalam satu kegiatan budaya menjadi pemandangan yang istimewa. Reog Kendang dan Jaranan tidak hanya hadir sebagai warisan masa lalu. Tetapi diperkenalkan kepada anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus Tulungagung.
Melalui gerakan tari, gembluk, dan jaran kepang yang dimainkan anak-anak, budaya lokal hadir dekat dengan dunia mereka.
IGABA Tulungagung berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Sekaligus menumbuhkan generasi yang kreatif, percaya diri, mencintai budaya bangsa, dan memiliki karakter positif sejak usia dini.





0 Tanggapan
Empty Comments