Sebanyak 30 siswa SD Negeri 2 Pondokagung belajar mengenal tanaman obat keluarga (Toga) melalui kegiatan penanaman kunyit, lidah buaya, dan kangkung bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) 2026 Kelompok 26, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung di lingkungan SD Negeri 2 Pondokagung, Dusun Sumberjo, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Siswa kelas IV, V, dan VI dilibatkan dalam kerja bakti serta penanaman sebagai bagian dari program Kebun dan Apotek Hidup Sekolah.
Program tersebut dirancang untuk mengenalkan pemanfaatan lahan sekolah sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Melalui praktik langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai tanaman, tetapi juga belajar merawat lingkungan secara bersama-sama.
Belajar Menanam Sejak Dini
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada guru SD Negeri 2 Pondokagung mengenai program yang akan dilaksanakan. Setelah mendapatkan dukungan dan koordinasi dari pihak sekolah, mahasiswa KKN MAs Kelompok 26 memperkenalkan program kepada siswa kelas IV hingga VI.
Mahasiswa menjelaskan tujuan kegiatan serta mengenalkan tanaman yang akan ditanam. Kunyit dan lidah buaya diperkenalkan sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan kangkung dikenalkan sebagai tanaman pangan yang dapat dibudidayakan di lingkungan sekitar.
Setelah mendapatkan penjelasan, siswa bersama mahasiswa membersihkan area yang akan digunakan untuk penanaman. Mereka kemudian menanam bibit kunyit, lidah buaya, dan kangkung di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN turut mendampingi siswa selama proses penanaman. Selain mengarahkan cara menanam, mahasiswa menjelaskan ciri-ciri dan manfaat tanaman agar kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar bagi siswa.
Keterlibatan siswa dalam proses kerja bakti juga menjadi bagian dari pembelajaran mengenai gotong royong. Mereka bekerja bersama membersihkan lahan, menyiapkan area tanam, kemudian menanam bibit sesuai arahan mahasiswa.
Koordinator Desa (Kordes) KKN MAs Kelompok 26, Bagus Adi Putra, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses penanaman.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengenal tanaman seperti kunyit, lidah buaya, dan kangkung, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.
Menurut Bagus, keberadaan kebun dan apotek hidup di lingkungan sekolah dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar secara langsung.
“Kami juga ingin kegiatan ini dapat terus dilanjutkan oleh pihak sekolah sehingga kebun dan apotek hidup yang sudah dibuat dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Dorong Kepedulian terhadap Lingkungan
Kegiatan penanaman tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman bagi siswa. Mereka dapat melihat secara langsung proses pemanfaatan lahan sekaligus mengenal tanaman yang dapat tumbuh di lingkungan sekitar.
Bagi mahasiswa KKN MAs Kelompok 26, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki sekaligus berinteraksi dengan warga sekolah. Pendampingan dilakukan agar siswa dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan baik.
Program Kebun dan Apotek Hidup Sekolah diharapkan dapat dilanjutkan oleh pihak SD Negeri 2 Pondokagung melalui perawatan tanaman yang telah ditanam. Dengan demikian, tanaman tersebut tidak hanya menjadi hasil kegiatan KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan sebagai bagian dari lingkungan dan media pembelajaran siswa.
Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 26 berupaya mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah. Penanaman kunyit, lidah buaya, dan kangkung menjadi langkah sederhana untuk mengajak siswa mengenal manfaat tanaman sekaligus membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara bersama-sama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments