Komitmen memperkuat ideologi Persyarikatan sekaligus meningkatkan profesionalisme guru Muhammadiyah diwujudkan melalui penandatanganan Pakta Integritas oleh 96 guru dan tenaga kependidikan (tendik) dari empat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangagung, Paciran, Lamongan.
Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian Baitul Arqam Perdana yang diselenggarakan di Gedung KH Ahmad Dahlan Lantai 3 SMP Muhammadiyah 12 Paciran, Jumat (17/7/2026). Seluruh peserta menandatangani dokumen Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen moral dan profesional dalam menjalankan amanah sebagai pendidik Muhammadiyah.
Sebanyak 96 peserta berasal dari SMP Muhammadiyah 12 Paciran, MI Muhammadiyah 13 Sendangagung, TPA Al-Ikhlas 014, serta PAUD Aisyiyah Sendangagung.
Ketua Bidang Pembinaan Kader PRM Sendangagung sekaligus penggagas kegiatan, Gondo Waloyo, M.A., menjelaskan bahwa Pakta Integritas disusun untuk memperkuat kesamaan visi seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas pendidikan sekaligus mengemban misi dakwah Persyarikatan.
“Pakta Integritas ini menjadi pedoman moral agar seluruh guru dan tenaga kependidikan memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan amanah pendidikan sekaligus mengembangkan amal usaha Muhammadiyah. Kami ingin seluruh AUM di Sendangagung melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan berkemajuan,” ujarnya.
Memuat Komitmen Ideologis dan Profesional
Pakta Integritas tersebut memuat berbagai komitmen, di antaranya menjunjung tinggi ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai Manhaj Tarjih Muhammadiyah, menaati AD/ART Muhammadiyah, menjalankan tugas dengan ikhlas, disiplin, dan penuh tanggung jawab, serta aktif memakmurkan masjid dan amal usaha Muhammadiyah.
Selain itu, para guru juga berkomitmen menjadi teladan dalam akhlak dan ibadah, memberikan layanan pendidikan secara profesional, menjaga nama baik Persyarikatan, menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang, meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, membangun budaya kerja Islami, serta siap menerima pembinaan sesuai ketentuan Persyarikatan apabila melanggar isi Pakta Integritas.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Fathurrahim Syuhadi, M.M., M.Pd., mengapresiasi langkah PRM Sendangagung yang menjadikan Pakta Integritas sebagai bagian dari Baitul Arqam.
Menurut Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur tersebut, guru Muhammadiyah harus memiliki pemahaman ideologi yang kuat sekaligus komitmen dalam mengamalkannya.
“Warga Muhammadiyah yang bernaung di Amal Usaha Muhammadiyah memang seharusnya memahami ideologi Persyarikatan dan memiliki komitmen dalam mengamalkannya. Pakta Integritas ini menjadi langkah yang baik untuk menyatukan arah gerak seluruh guru di lingkungan AUM,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar dokumen administratif.
“Ini adalah ikatan moral. Guru Muhammadiyah mengabdi kepada Allah SWT melalui Persyarikatan. Karena itu setiap tugas harus dilandasi iman, ilmu, dan akhlak,” tegasnya.
Menjadi Pedoman Bersama
Usai penandatanganan, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama. Dokumen Pakta Integritas selanjutnya disimpan di masing-masing unit kerja sebagai pedoman sekaligus bahan evaluasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
Melalui penandatanganan Pakta Integritas tersebut, PRM Sendangagung berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga konsisten menjaga nilai-nilai Islam Berkemajuan, memperkuat ideologi Muhammadiyah, serta menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik dan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments