Aula SD Muhammadiyah Manyar dipenuhi semangat siswa kelas VI pada Jumat (25/9/2026) saat mengikuti kegiatan Keputraan dan Keputrian sebagai bagian dari penguatan karakter murid.
Mengusung tema “Adab Bergaul di Era Digital”, kegiatan tersebut mengajak murid memahami pentingnya menjaga kehormatan diri sekaligus bijak menghadapi tantangan penggunaan gadget pada usia praremaja.
Materi disampaikan oleh Ustadz Rudi Purnawan, M.Pd., Guru Kelas VI Taj Mahal. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa masa praremaja merupakan fase yang rentan karena anak-anak mudah tertarik pada berbagai hal baru, baik yang berasal dari lingkungan sekitar maupun dunia maya.
Oleh karena itu, bekal adab menjadi benteng utama agar mereka mampu menyikapi perubahan zaman dengan nilai-nilai Islam.
Beliau menjelaskan bahwa menjaga kehormatan diri tidak hanya berkaitan dengan menutup aurat, tetapi juga menjaga ucapan, sikap, pandangan, dan hati.
Interaksi dengan lawan jenis hendaknya dilakukan sesuai kebutuhan, seperti untuk belajar, bekerja sama dalam organisasi, atau kegiatan positif lainnya, tanpa melampaui batas yang diajarkan Islam. Murid juga diajak memahami pentingnya menghindari khalwat serta menjaga diri dari perilaku yang dapat menimbulkan fitnah.
Pembahasan mengenai gadget menjadi salah satu bagian yang dekat dengan kehidupan murid. Ustadz Rudi menyoroti bahwa penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat membawa dampak negatif, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia hingga kebiasaan berkomunikasi yang mengabaikan etika.
Karena itu, murid diajak untuk selalu bijak dalam memilih konten, menulis komentar, maupun mengirim pesan di dunia digital.
Pesan tersebut menjadi penting bagi murid kelas VI yang mulai memasuki masa remaja dan semakin dekat dengan berbagai bentuk interaksi digital.
Ketua Jenjang Kelas VI, Nur Asiyah, menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai materi yang didengar di aula, tetapi menjadi bekal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan hari ini bisa menjadi pengingat sekaligus bekal bagi anak-anak untuk menjaga adab dalam bergaul, baik di sekolah, di rumah, maupun di dunia digital. Kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang santun, percaya diri, dan mampu menjaga kehormatan diri sesuai tuntunan Islam,” tutur Nur Asiyah.
Melalui kegiatan ini, murid diajak meneladani karakter Pelajar Muhammadiyah yang santun dan hebat.
Di sekolah, mereka dapat bekerja sama dan belajar bersama dengan tetap menjaga batas pergaulan. Dalam organisasi, ukhuwah Islamiyah dibangun melalui semangat kebersamaan, bukan pergaulan bebas.
Sementara di media sosial dan kehidupan sehari-hari, sikap santun, tanggung jawab, serta kehati-hatian dalam berinteraksi menjadi cerminan akhlak seorang muslim.
Kegiatan Keputraan dan Keputrian menjadi momentum bagi siswa kelas VI untuk memperkuat karakter sebelum memasuki masa remaja.
Dengan adab sebagai pedoman dan kecakapan digital sebagai bekal, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, mampu menjaga diri, serta membawa kebaikan di lingkungan nyata maupun dunia maya.





0 Tanggapan
Empty Comments