Membangun Kultur Keadilan dalam Muhammadiyah
Mewujudkan keadilan terhadap kader membutuhkan perubahan cara pandang sekaligus pembenahan sistem organisasi. Pengelolaan kader tidak boleh bergantung pada hubungan personal semata. Organisasi perlu membangun mekanisme yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pertama, Muhammadiyah perlu mengembangkan sistem penilaian kader berdasarkan kompetensi, integritas, rekam jejak pengabdian, komitmen ideologis, dan tanggung jawab. Kedua, setiap kader yang memenuhi persyaratan harus memperoleh kesempatan berkembang tanpa diskriminasi.
Ketiga, pemimpin perlu menghindari favoritisme dan tidak menjadikan kedekatan pribadi sebagai pertimbangan utama. Keempat, organisasi harus menyediakan mekanisme evaluasi dan pengawasan agar setiap keputusan memiliki dasar yang jelas.
Kelima, ruang kritik dan perbedaan pendapat harus tetap terbuka. Keenam, pembinaan kader perlu berlangsung secara berkelanjutan, sehingga kader yang belum memenuhi kualifikasi memperoleh kesempatan memperbaiki diri. Ketujuh, seluruh keputusan harus mengutamakan kepentingan Persyarikatan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.






0 Tanggapan
Empty Comments