Jangan Korbankan Masa Depan Persyarikatan
Bersikap adil terhadap kader bukan sekadar persoalan etika seorang pemimpin. Keadilan merupakan fondasi keberlangsungan organisasi sekaligus penentu keberhasilan regenerasi kepemimpinan.
Jangan sampai kader yang berjuang dengan ikhlas kehilangan kesempatan hanya karena tidak memiliki kedekatan dengan pemegang kekuasaan, kader yang kompeten tersisih karena perbedaan pandangan. Kader kritis bukanlah sebagai ancaman bagi organisasi.
Adil bukan berarti semua kader harus memperoleh jabatan. Namun, setiap kader yang memenuhi persyaratan berhak mendapatkan kesempatan yang wajar, penilaian objektif, penghormatan terhadap martabat, dan pembinaan yang layak.
Muhammadiyah membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga matang secara moral. Sebab, masa depan Persyarikatan tidak cukup dibangun melalui program-program besar. Masa depan itu juga membutuhkan kultur organisasi yang sehat dan sistem perkaderan yang berkeadilan.
Jangan sampai kita berbicara tentang Islam Berkemajuan, tetapi gagal mewujudkan keadilan terhadap kader di lingkungan sendiri.
Ketidakadilan terhadap kader hari ini merupakan ancaman bagi masa depan Persyarikatan esok hari. Pemimpin yang adil akan melahirkan kader bermartabat. Kultur perkaderan yang adil akan menumbuhkan kepemimpinan berkualitas. Pada akhirnya, organisasi yang mampu memperlakukan kader secara adil akan memiliki masa depan yang lebih kuat dan berkemajuan.






0 Tanggapan
Empty Comments