Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bayu Firdaus: Dakwah Digital Menjangkau Lebih Luas dan Tanpa Batas

Iklan Landscape Smamda
Bayu Firdaus: Dakwah Digital Menjangkau Lebih Luas dan Tanpa Batas
Bayu Firdaus saat penyampaian materi di Madrasah Syiar Digital. Foto: Sumardani/PWMU.CO
Oleh : Sumardani
pwmu.co -

Takmir Masjid Al-Ikhlash Delta Sari Waru bekerja sama dengan Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Waru mengadakan Madrasah Syiar Digital di Masjid Al-Ikhlash Delta Sari Waru, Jalan Anggrek VI No. 36–28 Kureksari, Waru, Sidoarjo, Ahad (7/12/2025).

Kegiatan bertema “Kreatif Bersyiar, Aktif Menginspirasi” ini menghadirkan pemateri dari Tim Syiar Digital Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran Sidoarjo—tim yang meraih dua penghargaan tingkat nasional dan dikenal aktif mengembangkan konten dakwah digital yang inovatif serta berdampak.

Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan ini melalui pendaftaran daring yang disebarkan panitia. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pengurus masjid, aktivis pemuda, hingga pegiat konten dakwah.

Bayu Firdaus, anggota Divisi Dakwah Digital Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo sekaligus anggota Tim Syiar Digital Ar-Royyan, menyampaikan materi seputar pengelolaan konten dakwah kreatif, mulai dari teknik produksi video, strategi branding masjid, hingga pemanfaatan platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

“Media sosial adalah mimbar dakwah baru. Di sana ada pahala jariyah yang dapat tersebar luas melalui konten bermanfaat,” ujarnya penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa dakwah digital memiliki keunggulan jangkauan lebih luas dan tanpa batas. “Dakwah bisa berjalan 24 jam. Jika masjid tidak hadir di ruang digital, ruang itu akan terisi oleh konten yang menyesatkan. Karena itu peserta perlu mempraktikkan langsung pembuatan konten untuk meningkatkan keterampilan teknis,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Seluruh peserta yang hadir di Madrasah Syiar Digital. Foto: Sumardani/PWMU.CO

Anggota PCM Waru, Fakhruddin Alie Mursyid, menjelaskan bahwa Madrasah Syiar Digital adalah kelas sederhana dengan mimpi besar, yaitu melahirkan penggerak dakwah digital yang mampu menghadirkan konten rapi, menyentuh, dan bermanfaat bagi umat. Ia menilai kegiatan ini sangat penting karena memberi keterampilan seperti:

  1. Merancang konten yang tertata dan berjiwa.
  2. Memotret momen hingga foto mampu bercerita.
  3. Membuat video sederhana yang kuat menyentuh hati.
  4. Mengelola media sosial secara efektif, tidak hanya untuk syiar, tetapi juga membuka pintu donasi dari berbagai penjuru negeri.

“Madrasah Syiar Digital bukan sekadar pelatihan. Ini simbol bahwa masjid bisa menjadi rumah belajar lintas generasi, tempat yang melahirkan gerakan dakwah relevan, modern, namun tetap berakar pada nilai Islam,” ujarnya.

Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlash Delta Sari Waru, Uus Sidianto, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas generasi muda agar mampu berdakwah dan bersaing secara positif di dunia digital. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡