Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Biochar Tongkol Jagung, Inovasi Dosen Umsida Tekan Dampak Lumpur Lapindo

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -

Manfaat Biochar dalam Pertanian dan Keberlanjutan Ekosistem

proses pembuatan biochar dari tongkol jagung (Romadhona S/PWMU.CO)

Pembuatan biochar dari tongkol jagung memberikan solusi ganda bagi permasalahan lingkungan dan pertanian di Sidoarjo.

Selain mengurangi jumlah limbah pertanian yang belum dimanfaatkan, biochar yang dihasilkan dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah yang telah terkontaminasi oleh lumpur Lapindo.

“Salah satu keunggulan utama dari biochar adalah kemampuannya dalam mengikat logam berat, seperti timbal (Pb), sehingga tanah dapat kembali subur dan aman digunakan untuk budidaya tanaman,” ujarnya.

Sebagai media pertumbuhan untuk tanaman jagung, biochar ini juga mampu meningkatkan hasil produksi tanaman tersebut.

Dengan penggunaan biochar sebagai media tanam, para petani di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka, serta membantu menjaga ketahanan dan keamanan pangan di daerah tersebut.

Selain itu, dengan perbaikan kualitas tanah, produksi pertanian menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini mendukung pencapaian SDGs 2030, khususnya pada Tujuan 15 yang berfokus pada perbaikan ekosistem daratan.

“Secara tidak langsung, inovasi ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan hasil produksi pertanian yang mendukung peningkatan ekonomi di daerah tersebut,” tutur Ketua Pusat Studi SDGs Umsida tersebut.

Hilirisasi dan Penerapan Teknologi untuk Peningkatan Produksi Jagung

Produk inovasi ini berupa Rotary Drum Pyrolizer (RDP), hasil hilirisasi alat pirolisis dengan sistem tong berputar.

SMPM 5 Pucang SBY

“Keunggulan dari alat ini adalah panas pembakaran yang merata di semua sisi dinding tong,” ucapnya.

Dengan adanya pemanasan yang merata, tambah Intan, maka waktu pirolisis akan relatif singkat dan hasil biochar yang didapat akan lebih sempurna.

“Alat pirolisis yang kami gunakan adalah desain dari kami sendiri dengan melihat referensi alat yang sudah ada, kemudian kami re-design,” imbuhnya.

Di samping itu, kata Intan, alat pirolisis kami ini portabel sehingga akan mudah dioperasikan di berbagai tempat.

“Dalam proses pembuatan dan pengaplikasian, hasilnya mampu meningkatkan produksi jagung dan mengikat 20 persen logam berat dalam tanah pasca lumpur Lapindo Sidoarjo,” tutup Intan.

Penulis Romadhona S Editor Zahra Putri Pratiwig

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu