Bonggol jagung yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah diperkenalkan sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi briket oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla). Kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut berlangsung di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa mengenalkan alternatif pemanfaatan limbah pertanian yang tersedia di lingkungan sekitar kepada para pemuda Desa Lohgung. Melalui pengolahan sederhana, bonggol jagung tidak langsung dibuang setelah bijinya dimanfaatkan, tetapi dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif berupa briket.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai potensi bonggol jagung sebagai bahan dasar briket. Ervianti Amanda Putri dan Cicik Kusumo Dewi, perwakilan mahasiswa KKN Umla yang memberikan pemaparan sekaligus memberikan tutorial mengenai tahapan pengolahannya.
Keduanya tidak hanya menyampaikan materi secara teori. Peserta juga diajak menyaksikan demonstrasi pembuatan briket secara langsung. Setiap tahapan diperagakan sambil dijelaskan agar peserta memperoleh gambaran mengenai proses pengolahan bonggol jagung.
Demonstrasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta dapat melihat secara langsung bagaimana bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali. Pendekatan praktik juga memberikan pengalaman yang lebih konkret dibandingkan penyampaian materi secara teoritis.
Ervianti Amanda Putri mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membuka wawasan masyarakat mengenai potensi limbah yang ada di sekitar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bonggol jagung yang biasanya dibuang masih bisa dimanfaatkan. Melalui demonstrasi ini, kami berharap peserta dapat mengetahui proses pengolahannya dan melihat adanya potensi dari limbah yang selama ini kurang diperhatikan,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi limbah sekaligus mengenalkan alternatif penggunaan bahan pertanian.
Sementara itu, Cicik Kusumo Dewi menjelaskan demonstrasi dilakukan agar peserta lebih mudah memahami proses pembuatan briket. Menurutnya, praktik secara langsung dapat membantu peserta melihat tahapan pengolahan secara lebih jelas.
“Kami tidak hanya menjelaskan secara teori, tetapi juga memperagakan prosesnya secara langsung agar peserta dapat melihat tahapan pembuatannya dengan lebih jelas. Harapannya, pengetahuan ini dapat menjadi wawasan baru dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 22 Umla berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa limbah pertanian masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Bonggol jagung yang sebelumnya hanya dipandang sebagai sisa hasil pertanian diperkenalkan sebagai salah satu bahan yang dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah pertanian dapat diarahkan menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan tidak sekadar berakhir sebagai sampah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments