Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro membekali Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bojonegoro tiga pesan penting dalam menjalankan roda kepengurusan periode 2026–2028. Pesan tersebut meliputi keikhlasan dalam berjuang, menjunjung kejujuran dan tanggung jawab, serta menekan ego dan tertib dalam berorganisasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam audiensi PDM bersama Badan Pengurus Harian (BPH) PD IPM Bojonegoro di Ruang Rapat PDM Bojonegoro, Jumat malam (7/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan PDM Bojonegoro dan BPH PD IPM Bojonegoro.
Selain menjadi ajang silaturahmi, audiensi dimanfaatkan PD IPM Bojonegoro untuk memaparkan arah gerak organisasi selama satu periode ke depan. Ketua Umum PD IPM Bojonegoro periode 2026–2028, M. Adam Firmansyah, menyampaikan tiga pilar yang menjadi pijakan kepengurusan, yaitu merawat kemitraan, memperluas gerakan, dan memperkuat perkaderan.
Pilar merawat kemitraan diarahkan untuk membangun sinergi antara IPM dengan unsur persyarikatan, organisasi otonom, maupun pihak eksternal. Sementara itu, perluasan gerakan dilakukan melalui pengembangan program IPM Kids serta pembentukan Pimpinan Ranting (PR) IPM Istimewa di sekolah-sekolah non-Muhammadiyah.
Adapun penguatan perkaderan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Proses kaderisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan regenerasi kepengurusan, tetapi juga membentuk pelajar yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan komitmen terhadap gerakan Muhammadiyah.
Adam menegaskan, kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam menjalankan program tersebut.
“Ini merupakan komitmen kami dari PD IPM Bojonegoro bahwa satu periode ke depan siap mensinergikan program baik dari persyarikatan maupun ortom, terlebih dengan stakeholder eksternal persyarikatan. Hal itu merupakan salah satu dari tiga pilar program PD IPM Bojonegoro, yaitu merawat kemitraan,” ujar Adam.
Tiga Pesan untuk Pengurus
Menanggapi pemaparan tersebut, jajaran PDM Bojonegoro memberikan sejumlah arahan sebagai bekal bagi pengurus PD IPM dalam menjalankan amanah selama periode 2026–2028.
Pesan pertama adalah pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi. Pengurus diharapkan menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh serta menjadikan IPM sebagai ruang untuk belajar, berproses, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Keikhlasan tersebut perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola waktu. Sebagai pelajar, para pengurus tetap memiliki tanggung jawab dalam pendidikan dan aktivitas lainnya. Karena itu, amanah organisasi perlu dijalankan secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan kewajiban utama sebagai pelajar.
Pesan kedua berkaitan dengan kejujuran dan tanggung jawab. PDM mengingatkan agar setiap perencanaan dan pelaksanaan program organisasi dilakukan dengan menjunjung integritas. Pengurus tidak hanya dituntut mampu membuat program, tetapi juga bertanggung jawab terhadap proses dan hasilnya.
Pesan ketiga adalah kemampuan menekan ego pribadi serta membangun budaya organisasi yang tertib. Perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal yang wajar, tetapi perlu dikelola melalui komunikasi dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu kerja organisasi.
Tertib berorganisasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program berjalan sesuai perencanaan. Pembagian tugas, koordinasi, administrasi, serta komunikasi antarpengurus perlu dijalankan secara konsisten.
Bekal Menjalankan Tiga Pilar
Tiga pesan PDM tersebut menjadi bekal bagi PD IPM Bojonegoro dalam menjalankan tiga pilar kepengurusan yang telah dirumuskan. Merawat kemitraan membutuhkan integritas dan kemampuan membangun kepercayaan. Memperluas gerakan membutuhkan keberanian untuk membuka ruang kolaborasi. Sementara itu, memperkuat perkaderan membutuhkan konsistensi dan ketertiban dalam menjalankan proses organisasi.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi PDM dan PD IPM untuk menyelaraskan gerak organisasi. Dukungan dari jajaran PDM diharapkan dapat memperkuat posisi IPM sebagai organisasi pelajar yang tidak hanya menjalankan program, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kader.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Audiensi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran PDM Bojonegoro dan BPH PD IPM Bojonegoro.
Bagi kepengurusan PD IPM Bojonegoro periode 2026–2028, audiensi tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk menjalankan amanah organisasi. Tiga pesan PDM, ikhlas dalam berjuang, jujur dan bertanggung jawab, serta tertib dengan menekan ego, menjadi fondasi untuk menghidupkan gerakan pelajar Muhammadiyah di Bojonegoro. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments