Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah M. Izzul Muslimin, S.IP., resmi membuka Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (21/9/2026) sore.
Pembukaan perhelatan nasional tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ribuan santri Muhammadiyah dari berbagai daerah hadir mengikuti kegiatan yang menjadi ruang pembinaan, penguatan karakter, dan pengembangan kepemimpinan generasi muda.
Sejumlah tokoh Muhammadiyah dan pejabat pemerintahan turut hadir. Di antaranya Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M.; Kepala BPSDM Jawa Timur Dr. Ramliyanto, S.P., M.P.; Wakil Ketua PWM Jawa Timur Dr. Syamsudin, M.Ag.; Ketua Kwarwil HW Jawa Timur Fathurrahim Syuhadi; Ketua LP2M PWM Jawa Timur Dr. Pradana Boy ZTF., Ph.D.; serta Ketua LP2M PP Muhammadiyah Dr. H. Maskuri, M.Ed.
Pemuda Hari Ini, Pemimpin Masa Depan
Dalam arahannya, Izzul mengingatkan para santri bahwa generasi muda merupakan pemegang estafet kepemimpinan pada masa mendatang.
Ia mengutip sebuah pepatah Arab:
شَبَابُ اليَومِ رِجالُ الغَدِ
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.”
“Anak muda sekarang adalah pemimpin di masa datang. Saya yakin akan ada di sini para santri Muhammadiyah yang di masa depan menjadi pemimpin bangsa, tokoh Indonesia, bahkan tokoh dunia,” ujar Izzul di hadapan peserta KSMN 2.
Menurutnya, cita-cita tersebut harus dipersiapkan sejak dini melalui pembentukan karakter, penguatan spiritual, penguasaan ilmu, serta ketangguhan mental dan fisik.
Izzul juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah telah melahirkan 23 pahlawan nasional. Perjuangan para tokoh tersebut, kata dia, perlu diteruskan oleh generasi muda dengan bekal yang kuat.
Empat Fondasi Kader Masa Depan
Izzul menyebut empat fondasi penting yang perlu dimiliki generasi muda Muhammadiyah.
Pertama, iman dan takwa yang kuat. Keduanya menjadi landasan spiritual agar ilmu, aktivitas, dan kepemimpinan tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam.
Kedua, akhlakul karimah. Ilmu dan kemampuan harus berjalan beriringan dengan akhlak dalam setiap tindakan dan pergaulan.
Ketiga, ilmu pengetahuan. Santri didorong untuk terus belajar dan menguasai berbagai bidang keilmuan. Ia mengingatkan kembali pesan KH Ahmad Dahlan agar kader Muhammadiyah menjadi guru, sarjana, insinyur, dan berbagai profesi lainnya, kemudian kembali memberikan manfaat bagi Muhammadiyah dan masyarakat.
Keempat, mental dan fisik yang kuat. Menurut Izzul, tantangan zaman membutuhkan generasi yang memiliki daya tahan, keberanian, dan semangat untuk terus berproses.
“Jangan mudah menyerah. Generasi muda harus tangguh dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pembukaan KSMN 2 yang mengusung semangat menyiapkan kader pemimpin bangsa melalui karakter santri Muhammadiyah yang disiplin, mandiri, dan berprestasi.
Acara kemudian dibuka dengan pembacaan basmalah oleh Sekretaris PP Muhammadiyah M. Izzul Muslimin yang dilanjutkan pemukulan gong. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments