Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ciptakan Panel Peredam Suara dari Limbah, Santri PPI AMF Raih Juara di Kancah Internasional

Iklan Landscape Smamda
Ciptakan Panel Peredam Suara dari Limbah, Santri PPI AMF Raih Juara di Kancah Internasional
Inovasi panel peredam suara bernama "Ecouiet" oleh santri PPI AMF Malang yang sukses meraih medali perak Kompetisi Bali International Science Fair (BISF) 2026. (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.co -

Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh santri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) PPI AMF Malang.

Tim unggulan dari Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang sukses meraih medali perak lewat inovasi panel peredam suara bernama “Ecouiet”.

Mereka tampil pada Kompetisi Bali International Science Fair (BISF) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Lebih lanjut, ajang ini diikuti oleh berbagai delegasi pelajar dari Amerika Serikat, kawasan Asia Tenggara, Kazakhstan, hingga Uzbekistan.

Tim PPI AMF digawangi oleh Ahmad Adila Al Ghifari, Abyan Agha Al Ghifari, Faizul Umam, Farrand Al Azka, Haidar Abimanyu Tuarita, dan Muhammad Mahir

Manfaatkan Ragam Limbah Organik

Inovasi Ecouiet ini memanfaatkan limbah organik berupa ampas tebu, sabut kelapa, dan kertas bekas untuk menekan polusi suara di lingkungan belajar.

Perwakilan tim, Haidar Abimanyu Tuarita, menjelaskan bahwa panel peredam ini memiliki ketebalan 2,5 sentimeter dengan tekstur akhir yang padat menyerupai semen, di mana strukturnya juga ditambahkan material khusus agar fungsinya optimal.

“Juga ada campuran arang hitam pada proses pembuatannya agar struktur panel lebih padat dan menyerap suara dengan baik” jelas siswa kelas 8 yang akrab disapa Abi tersebut pada Senin (15/06/2026).

Guna membuktikan efektivitas kinerjanya, tim melakukan serangkaian uji coba menggunakan kotak kardus yang bagian dalamnya telah direkatkan panel Ecouiet.

Mereka menyetel musik bervolume tinggi dari dalam kotak dan mengukur tingkat kebisingan yang berhasil diredam menggunakan alat ukur suara digital berbasis aplikasi telepon pintar.

“Dan alat pendeteksi suara yang kita pakai saat uji coba itu decibel meter. Aplikasinya sangat praktis karena bisa diunduh langsung di Playstore” imbuhnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Dalam proses perakitannya, tim pelajar ini tidak lepas dari sejumlah kendala teknis selama empat pekan masa pengerjaan.

Hadapi Sejumlah Tantangan 

Anggota tim lainnya, Muhammad Mahir dan Faizul Umam, memaparkan bahwa waktu yang relatif singkat cukup menyulitkan mereka dari tahap ideasi hingga perakitan. Terlebih saat mereka harus menyesuaikan komposisi bahan agar adonan merekat sempurna.

“Waktu yang mepet membuat kami harus bekerja ekstra cepat, apalagi mencari tekstur panel yang pas dan sesuai keinginan itu terbukti cukup sulit” ungkap Mahir.

Pencapaian luar biasa di tingkat internasional ini diharapkan mampu menjadi teladan dan pemacu semangat berkarya.

Pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) PPI AMF, Nabila Almayda, merasa sangat bersyukur dan bangga atas dedikasi serta capaian inovatif yang berhasil ditunjukkan oleh anak didiknya.

“Semoga santri-santri PPI AMF dapat terus berkembang dengan berbagai inovasi dan prestasi yang membawa kebermanfaatan luas bagi masyarakat” pungkas Nabila.

Keberhasilan para santri PPI AMF ini menjadi bukti nyata bahwa usia belia bukanlah halangan untuk melahirkan produk ramah lingkungan yang berdaya guna tinggi.

Ke depannya, inovasi Ecouiet diharapkan mendapat dukungan riset lanjutan agar dapat disempurnakan dan diproduksi secara massal. Sehingga masalah kebisingan di ruang-ruang kelas maupun fasilitas umum dapat teratasi secara berkelanjutan dengan material hijau.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 19/06/2026 16:23
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu