Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat pembelajaran yang terhubung dengan kebutuhan dunia industri.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui Program Center of Excellence (CoE) Kelapa Sawit yang berhasil mengantarkan enam mahasiswa memperoleh kesempatan berkarier di PT Eagle High Plantations Tbk sebelum menyelesaikan studi mereka (12/8/2026).
Keenam mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Agroteknologi dan Teknologi Pangan. Sebelumnya, mereka mengikuti program magang selama enam bulan di PT Eagle High Plantations Tbk sekaligus menjalankan penelitian untuk tugas akhir.
Mereka adalah Zakiatus Zahro, Dhea Ratna Juwita, Dyah Prasetyawati, Muhammad Khoirul Fatikhin, Fadhil Hafizh Febriansyah, dan Muhammad Davino Budiarto.
Terhitung sejak 3 Agustus 2026, keenam mahasiswa tersebut resmi bergabung sebagai staf dengan masa kontrak selama satu tahun.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterhubungan antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan kompetensi di industri.
Salah satu mahasiswa yang berhasil lolos, Muhammad Khoirul Fatikhin, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2022, menyebut CoE Kelapa Sawit memberikan pengalaman penting sebelum dirinya memasuki dunia profesional.
Saat ini, ia tengah mengikuti Fresh Graduate Training (FGT) di PT Eagle High Plantations Tbk dan selanjutnya akan ditempatkan sebagai asisten bagian pabrik.
“CoE bukan sekadar program, tetapi jembatan bagi saya untuk menjadi mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung melalui program kerja profesional,” ungkapnya.
Selama mengikuti CoE, Fatikhin terlebih dahulu mempelajari proses pengolahan Crude Palm Oil (CPO) pada semester enam. Memasuki semester tujuh, ia kemudian menjalani magang selama enam bulan di perusahaan.
Menurutnya, fokus pembelajaran pada bidang tertentu membuat mahasiswa memiliki kesempatan lebih besar untuk memperdalam kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Ketika kita fokus pada satu bidang, pembelajarannya menjadi lebih mendalam. Jadi, kita bisa benar-benar memahami kompetensi yang dibutuhkan di industri tanpa terlalu terdistraksi oleh materi yang kurang berkaitan,” jelasnya.
Kesempatan bekerja tersebut juga tidak datang secara tiba-tiba. Proses rekrutmen telah dimulai ketika para mahasiswa masih menjalani program magang.
Dari 23 mahasiswa yang mengikuti program di perusahaan tersebut, tujuh di antaranya mendapatkan golden ticket untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan.
Para kandidat kemudian mengikuti proses wawancara dan pemeriksaan kesehatan atau medical check up. Setelah melewati seluruh tahapan seleksi, enam mahasiswa dinyatakan lolos dan memperoleh kontrak kerja di perusahaan tersebut.
Bagi Fatikhin, pengalaman magang menjadi bekal penting dalam menghadapi proses rekrutmen. Selama berada di industri, ia mempelajari berbagai tahapan pengolahan CPO, mulai dari grading untuk menentukan kualitas buah, proses ekstraksi, hingga menghasilkan produk CPO.
Tidak hanya kemampuan teknis, ia juga mendapatkan pengalaman mengenai quality control melalui aktivitas di laboratorium, administrasi perusahaan, serta maintenance dan electrical di area pabrik.
Beragam pengalaman tersebut membuatnya memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas profesional di industri kelapa sawit.
“Selain kompetensi teknis, pengalaman leadership selama berorganisasi di kampus juga sangat membantu ketika menghadapi wawancara dan menyelesaikan problem solving,” tambahnya.
Fatikhin mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperolehnya. Ia memandang pencapaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang yang dibangun melalui konsistensi belajar, keberanian menjadikan kegagalan sebagai bagian dari pengalaman, serta doa dan dukungan orang tua.
Keberhasilan enam mahasiswa tersebut sekaligus menunjukkan peran CoE sebagai salah satu pendekatan pembelajaran UMM yang mengintegrasikan pengalaman akademik dengan praktik profesional.
Melalui CoE Kelapa Sawit, UMM terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membangun kesiapan mental, pengalaman kerja, dan kemampuan memecahkan masalah sebelum benar-benar memasuki dunia profesional.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments