Sebanyak 175 Pandu Hizbul Wathan (HW) Pengenal Tingkat Purwa MI Muhammadiyah 1 Pare (Mimsapa) Kediri mengikuti EduCamp Hizbul Wathan Mimsapa 2026 di Taman Wisata Sumber Ubalan, Plosoklaten, Kediri, Selasa–Rabu (22–23/9/2026).
Selama dua hari di alam terbuka, peserta tidak sekadar berkemah. Mereka belajar menumbuhkan kemandirian, kekompakan, tanggung jawab, kreativitas, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Kegiatan yang dikemas sebagai pembelajaran di luar kelas tersebut diisi dengan berbagai aktivitas kepanduan, mulai dari permainan, tantangan kelompok, kreativitas, keterampilan, hingga penjelajahan.
EduCamp diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin Kepala MI Muhammadiyah 1 Pare Kediri, Bunda Eri Nurokhim. Dalam amanatnya, ia menitipkan tiga pesan kepada peserta, yakni menjaga diri, menjaga teman dan lingkungan, serta menjaga nama baik madrasah.
“Yang pertama, jaga diri. Jaga kesehatan, jaga kebersihan, dan yang paling penting jaga keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” pesan Bunda Eri.
Ia juga mengingatkan peserta untuk saling membantu dan menjaga lingkungan selama berada di alam terbuka.
“Kalau ada teman yang mengalami kesulitan, saling membantu dan saling mengingatkan. Karena kita berkegiatan di alam terbuka, mari kita jaga kebersihan dan lingkungan,” ujarnya.
Pesan terakhir adalah menjaga nama baik madrasah dengan menunjukkan sikap disiplin, sopan, dan bertanggung jawab.
“Jaga nama baik madrasah. Tunjukkan bahwa anak-anak Mimsapa adalah anak-anak yang disiplin, sopan, bertanggung jawab, dan mampu menjaga sikap di mana pun berada,” tambahnya.
Ketua penyelenggara EduCamp Mimsapa 2026, Ramanda Saiful Arif, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas kepanduan.
“EduCamp ini kami rancang agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai keterampilan kepanduan melalui kegiatan kelompok, permainan, kreativitas, dan penjelajahan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan membentuk peserta menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, mampu bekerja sama, dan berani menghadapi tantangan.
“Harapannya, setelah mengikuti EduCamp ini, anak-anak semakin mandiri, disiplin, mampu bekerja sama, berani menghadapi tantangan, dan memiliki kepedulian terhadap teman. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan juga diharapkan semakin tertanam dalam kehidupan mereka,” jelasnya.
Berbagai keterampilan kepanduan kemudian dipraktikkan peserta. Pada materi sandi dan semaphore, mereka belajar ketelitian, konsentrasi, serta komunikasi dalam menyampaikan dan menerima pesan.
Peserta juga mengikuti KIM (Kemampuan Indera Manusia) yang mengasah daya ingat, pengamatan, ketelitian, dan kepekaan terhadap lingkungan.
Kreativitas dikembangkan melalui kegiatan prakarya, baik secara individu maupun kelompok. Sementara itu, dinamika kelompok dan berbagai permainan melatih komunikasi, pembagian peran, rasa saling percaya, serta tanggung jawab.
Suasana semakin semarak saat peserta mengikuti api unggun dan pentas seni. Berbagai penampilan menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan orang lain.
Memasuki pagi hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi bersama sebelum peserta mengikuti agenda utama lainnya.
Salah satu kegiatan yang paling menantang adalah penjelajahan. Peserta mengikuti rute dengan berbagai tantangan yang harus diselesaikan secara berkelompok.
Keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya diaplikasikan secara langsung. Peserta dituntut mampu mengikuti petunjuk, memecahkan masalah, menyelesaikan tantangan, serta menjaga agar seluruh anggota kelompok tetap bersama hingga garis akhir.
Penjelajahan menjadi pembelajaran nyata bahwa keberhasilan kelompok tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga komunikasi, kepedulian, pembagian tugas, dan kesediaan untuk saling membantu.
Selama berada di Taman Wisata Sumber Ubalan, alam terbuka menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mempraktikkan tanggung jawab. Mereka belajar mengatur perlengkapan, mengikuti jadwal, menjaga kebersihan dan kesehatan, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok.
Kegiatan bersama juga mempererat persaudaraan antarpeserta. Berbagai tantangan yang dihadapi menjadi pengalaman bahwa kerja sama dan kepedulian merupakan bagian penting dalam menyelesaikan tugas bersama.
Salah satu peserta, Alea (5A), mengaku senang mengikuti EduCamp karena bisa belajar dan bermain bersama teman-temannya di alam terbuka.
“Senang sekali ikut EduCamp. Banyak kegiatan yang seru, terutama penjelajahan, permainan, api unggun dan pentas seni. Saya juga jadi belajar lebih mandiri, kompak dengan teman, dan saling membantu,” ungkapnya.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, EduCamp Mimsapa 2026 ditutup pada Rabu (23/9/2026). Penutupan dilakukan Bunda Ary Handayani mewakili Kepala Madrasah.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta sekaligus berpesan agar pengalaman selama EduCamp tidak berhenti di Ubalan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengalaman selama EduCamp hendaknya menjadi bekal yang dibawa pulang. Semangat bekerja sama, disiplin, mandiri, saling membantu, menjaga lingkungan, dan menjaga nama baik madrasah harus terus dilakukan setelah kegiatan ini selesai,” pesannya.
Penutupan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para peserta kemudian kembali membawa pengalaman dua hari di alam terbuka bukan sekadar sebagai kenangan berkemah, tetapi sebagai bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, peduli, dan mampu bekerja sama menghadapi berbagai tantangan.
EduCamp Mimsapa 2026 menjadi ruang belajar yang mempertemukan keterampilan kepanduan, kreativitas, kebersamaan, dan pendidikan karakter melalui pengalaman nyata.





0 Tanggapan
Empty Comments