Kontingen Sulawesi Selatan menutup perjalanan mereka di Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II dengan torehan prestasi membanggakan. Tidak hanya membawa pulang 33 medali, para santri Muhammadiyah dan ’Aisyiyah Sulsel juga meraih 22 penghargaan juara harapan.
KSMN II Pesantren Muhammadiyah ’Aisyiyah se-Indonesia berlangsung di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur, Senin-Kamis (21-24/9/2026).
Dari 33 medali yang diraih, kontingen Sulsel mengoleksi 9 emas, 14 perak, dan 10 perunggu. Raihan tersebut menjadi salah satu catatan prestasi menonjol dalam perhelatan nasional yang mempertemukan santri Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dari berbagai wilayah Indonesia.
KSMN II secara resmi ditutup pada Kamis pagi (24/9/2026) oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi pesantren, Dr KH Saad Ibrahim, MA.
Dalam amanah penutupnya, KH Saad Ibrahim mengajak para santri tidak menjadikan kemenangan dan prestasi di arena perlombaan sebagai akhir dari perjuangan.
Menurutnya, kemah yang berlangsung di tengah keindahan alam Coban Rondo hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang para santri.
“Perkemahan yang sesungguhnya adalah nanti di taman-taman surga,” pesan mantan Ketua PWM Jawa Timur tersebut.
Pesan itu menjadi penutup yang mengesankan bagi para peserta. Setelah beberapa hari mengikuti berbagai perlombaan, kegiatan kepesantrenan, kebersamaan, dan pembinaan karakter, para santri diajak kembali melihat tujuan yang lebih besar: menjadi generasi yang terus berjuang dalam kebaikan.
Delapan Pesantren Sumbang Prestasi
Prestasi kontingen Sulsel lahir dari kerja keras santri dan pembina dari delapan lembaga pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.
Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara menjadi salah satu penyumbang prestasi terbanyak. Medali emas diraih Alif Rizki Aulia pada Dirasah Islamiyah-Sirah Nabawiyah SLTA, Nur Hanipah pada Dirasah Islamiyah-Akhlaq SLTA, dan Firzah Fadhiah Iqbal pada Dirasah Islamiyah-Akhlaq SLTP.
Medali perak disumbangkan Faaiq Fathir M (MTQ SLTP), Wildanul Mukhalladun (Dirasah Islamiyah-Hadits SLTP), dan Aulia Farah Nasifah (MTQ SLTA).
Sementara itu, medali perunggu diraih Tim Dobrak Scout pada PBB Putra SLTP serta Tim Dobrak Scout Putri pada Tali Temali dan Jelajah Alam SLTA.
Gombara juga meraih sembilan penghargaan juara harapan, di antaranya melalui Faqih Muazzam Khalik, A. Muhammad Dzulhilmi, Tim Dobrak Scout SMP, Husain Ali Imran, Fatih Hibatullah Muwaffaq, Aufa Nadia Halim, A. Muhammad Rizkullah Rajab, Ahmad Nabil Alvaro, dan Segara Banyu Biru.
Prestasi gemilang juga datang dari Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia. Tiga emas dipersembahkan Didi Noor Fauzan, Nur Syahira, dan Moh. Ajib Asrafi.
Tiga perak diraih Nailah Azzahra, Muh. Panglima Revolusi, dan Ahmad Zaki Ruslan. Adapun empat perunggu disumbangkan Safa Firzana, Salsabila Alya Zahra, Khairina Fil Jannah, dan Sayyidatul Mardiyah.
Darul Arqam Punnia juga menambah enam penghargaan juara harapan melalui Alif, Ahmad Noor Wahid, Alfatunnisa, Nur Viana, Anugrah Ramadhan, dan Nur Faiqa Dayana.
Srikandi Ummul Mukminin Perkuat Sulsel
Dari kalangan santri putri, Pesantren Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah turut memberikan kontribusi besar.
Dua medali emas diraih Khairunnisa A. Padri pada Tilawah SLTA dan Putri Danirah pada Storytelling SLTP.
Lima medali perak dipersembahkan Nura Raisa Aminullah, Nur Hamasah, Alfiana Ulfatuaini, Fildzah Nur Ghaliyah, dan Adhwa Qonita Ilahi.
Sementara empat medali perunggu diraih Andi Bidadari, Riyadah Zikrinah, Nur Khumairah Hasbi, serta Tim Santri Puteri pada Tali Temali dan Jelajah Alam SLTP.
Ummul Mukminin juga mengoleksi empat juara harapan melalui Huriyah Aqilah, Siti Ruqayyah, Tim LKBB SLTP, dan Tim LKBB SLTA.
Sumbangan prestasi berikutnya datang dari Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, melalui A. Muh. Aqil Kakak Maulana yang meraih emas pada Tilawah SLTP. Dua juara harapan juga diraih Kaisyah Fitria Sulfa dan Aqdarisyah.
Sementara itu, medali perak masing-masing diraih Alesha Azzahra Ihsan dari Muhammadiyah Boarding School Rappang pada Pidato Bahasa Inggris SLTP, Tim Wolf Scout dari Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar Bissoloro pada PBB Variasi SLTA, serta Ummul Khairah Saif dari Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece pada Dirasah Islamiyah-Sirah Nabawiyah SLTP.
Adapun Mikaila Sausan Justicia dari ’Aisyiyah Boarding School Pinrang meraih Juara Harapan 2 Pidato Bahasa Inggris SLTP.
Bukan Sekadar Medali
Jika seluruh capaian dihitung, kontingen Sulawesi Selatan membawa pulang 55 prestasi, terdiri atas 33 medali dan 22 juara harapan.
Namun, bagi para santri, KSMN II bukan sekadar tentang jumlah medali yang dibawa pulang.
Lebih dari itu, perkemahan nasional ini menjadi ruang untuk belajar tentang disiplin, kemandirian, persaudaraan, sportivitas, dan keberanian tampil sebagai santri Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.
Pesan KH Saad Ibrahim tentang “perkemahan sesungguhnya” menjadi pengingat bahwa setiap prestasi di dunia seharusnya menjadi bekal untuk perjalanan yang lebih panjang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments