Gebyar Kreativitas Anak Aisyiyah menjadi salah satu wadah bagi anak-anak Kelompok Bermain (KB) dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik untuk mengembangkan bakat sekaligus melatih keberanian tampil di depan publik.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Milad ke-29 IGABA Kabupaten Gresik di Gresmall, Sabtu (19/9/2026). Sejumlah anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan berbagai kostum yang telah dipersiapkan.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, Dra. Innik Hikmatin, M.Pd.I., turut memberikan sambutan sekaligus pesan kepada para guru dan pendamping yang hadir.
Suasana acara semakin meriah dengan antusiasme anak-anak yang tampak bersemangat untuk menunjukkan bakat mereka. Innik juga menyapa anak-anak serta menyambut para tamu undangan dan pihak yang terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Daerah IGABA Kabupaten Gresik tersebut.
Dalam sambutannya, Innik menyampaikan tiga komponen penting yang perlu diperhatikan dalam membimbing anak menuju generasi emas.
“Dalam rangka membimbing anak-anak menuju generasi emas. Ada 3 komponen penting yang harus diperhatikan dan dilakukan” pesan Ibu ketua PDA Kabupaten Gresik.
Komponen pertama adalah peran guru. Menurut Innik, peningkatan kompetensi tidak hanya berlaku bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidik.
“Bukan hanya murid yg harus ditingkatkan kompetensi nya, guru-pun harus bisa meningkatkan kompetensi dirinya” jelas Ibu Innik.
Ia menilai guru memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan menjadi contoh bagi anak-anak selama proses pendidikan.
Komponen kedua yang disampaikan adalah kompetensi sosial. Selain kemampuan akademik, anak perlu dibekali kemampuan untuk berinteraksi dan hidup berdampingan dengan lingkungan sosialnya.
Menurut Innik, pembentukan kompetensi sosial dapat dimulai dari lingkungan pendidikan melalui contoh sederhana yang diberikan guru kepada anak.
“Menyanyangi anak-anak, tidak berbuat kekerasan, melayani anak-anak dengan penuh makna. Merupakan contoh sederhana yang bisa dipraktekan, agar mereka bisa melakukan hal serupa terhadap teman-teman disekitarnya” tambah penjelasan Ibu Innik.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan memberikan ruang bagi anak untuk belajar berinteraksi secara positif dengan teman-temannya.
Komponen ketiga adalah perhatian terhadap gizi anak. Innik menyampaikan bahwa kondisi tubuh yang sehat menjadi salah satu dasar agar berbagai potensi dan kompetensi anak dapat berkembang secara optimal.
Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah persoalan stunting yang masih menjadi perhatian. Kekurangan asupan gizi dapat memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Menutup sambutannya, Innik juga mengingatkan pentingnya mengoptimalkan penggunaan teknologi digital bagi anak-anak.
“Kita harus mengoptimalkan Penggunaan Digitalisasi pada anak-anak”.
Menurutnya, kemampuan anak untuk melek digital bukan berarti anak harus terus-menerus menggunakan perangkat digital atau menjalani screen time sepanjang waktu. Anak tetap membutuhkan pendampingan dalam menggunakan teknologi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peran orang tua dan guru dalam mendampingi anak.
Dra. Innik Hikmatin, M.Pd.I., kemudian menutup sambutannya sekaligus membuka secara resmi acara Gebyar Kreativitas Anak Aisyiyah. Pembukaan tersebut disambut sorakan dan tepuk tangan dari para peserta.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak KB dan TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik untuk menampilkan kreativitas sekaligus belajar membangun keberanian, kemampuan sosial, dan kepercayaan diri sejak usia dini.





0 Tanggapan
Empty Comments