Penutupan tahun ajaran 2025/2026 di SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) berlangsung dalam suasana meriah melalui kegiatan Gebyar Seni dan Penerimaan Rapor kelas 5 yang digelar pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini menjadi agenda akhir tahun yang dikemas dengan penampilan seni dan refleksi capaian belajar siswa.
Bertempat di Auditorium AR Fachruddin lantai empat, kegiatan tersebut diikuti 130 siswa bersama orang tua. Seluruh peserta hadir dengan kostum beraneka warna sesuai tema Colorful Memories: “Merangkai Kenangan Mewarnai Masa Depan”.
Acara dibuka oleh pembawa acara cilik, Kayla Safiyah kelas 5 Al Ghafur dan Akma Zelo kelas 5 AR Rasyid, yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat. Suasana semakin hidup dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari gerak dan lagu hingga pembacaan puisi yang ditampilkan di panggung utama.
Kepala SD Muhlas, Mursiah, S.Ag. M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada siswa dan orang tua yang hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
“Alhamdulillah sangat senang melihat keceriaan dan antusias ayah-bunda turut hadir menyaksikan penampilan anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pantun motivasi di hadapan siswa dan orang tua untuk menambah semangat dalam mengikuti kegiatan.
Pergi ke taman membawa buku
Bertemu teman sambil tertawa
Kelas 5 tampil percaya diri dan bersatu
Meraih prestasi berakhlak mulia, dan siap menata cita-cita
Dalam sambutan penutup, Kepala SD Muhlas yang juga menjabat Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menyampaikan lima pesan kepada siswa. Pertama, rapor dijadikan motivasi untuk berkembang, bukan sekadar angka untuk dibandingkan. Kedua, menjaga akhlak, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal menuju jenjang berikutnya. Ketiga, memanfaatkan waktu liburan untuk beribadah, membantu orang tua, dan tetap belajar. Keempat, terus berani bermimpi karena masa depan dibangun dari kebiasaan baik hari ini. Kelima, tetap rendah hati dalam prestasi dan semangat dalam menghadapi tantangan.
Ia menambahkan bahwa penerimaan rapor yang dikemas dengan kegiatan kreatif diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua, dengan pemahaman bahwa rapor merupakan hasil perjalanan belajar siswa, sementara semangat belajar menjadi bekal untuk masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments