Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sambutan Perdana Ketua Umum PC IMM Lamongan Terpilih, Ajak Bangun Dialektika Kolektif

Iklan Landscape Smamda
Sambutan Perdana Ketua Umum PC IMM Lamongan Terpilih, Ajak Bangun Dialektika Kolektif
Aldiansyah saat memberikan sambutan perdana sebagai ketua umum PC IMM Lamongan terpilih. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Musyawarah Cabang (Musycab) XXI Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan berlangsung sukses pada Sabtu–Ahad (25–26/7/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah PDM Lamongan.

Mengusung tema “Taharrur Sebagai Jalan Perjuangan PC IMM Lamongan”, forum permusyawaratan tertinggi tingkat cabang ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus estafet kepemimpinan baru.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pimpinan Cabang IMM Lamongan periode 2025–2026 serta delegasi dari seluruh Pimpinan Komisariat IMM se-Cabang Lamongan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian sidang, evaluasi kepemimpinan, perumusan rekomendasi organisasi, hingga pemilihan ketua umum dan formatur.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum PC IMM Lamongan periode 2026-2027, Aldiansyah Firdaus menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya terhadap kepengurusan yang akan datang.

Ia mengakui masih belum banyak yang dapat disampaikan karena baru saja menerima amanah tersebut, namun menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang lebih kuat melalui sinergi, integritas, dan kolaborasi.

“Harapan saya ke depan adalah terbangunnya sinergi, integritas, dan kolaborasi seluruh kader agar PC IMM Lamongan mampu menjalankan amanah organisasi dengan lebih baik dan bijaksana,” ujarnya.

Aldiansyah menegaskan bahwa kepemimpinannya akan mengedepankan konsep dialektika kolektif, yaitu budaya organisasi yang membuka ruang seluas-luasnya bagi pertukaran gagasan, kritik, dan pemikiran dari seluruh kader, bukan hanya mereka yang berada pada posisi struktural tertinggi.

SMPM 5 Pucang SBY

“Yang berperan bukan hanya orang-orang yang mengisi posisi tertinggi. IMM harus menjadi ruang dialektika, ruang bertukar argumen, berdiskusi secara kritis, dan saling memberikan masukan. Itulah prinsip yang ingin kita bangun pada periode mendatang,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap periode kepemimpinan memiliki tantangan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, ia mengajak seluruh bidang, khususnya bidang organisasi, untuk bersama-sama merumuskan pola kaderisasi dan tata kelola organisasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dinilai telah bekerja keras membangun organisasi. Berbagai pengalaman dan pembelajaran dari periode terdahulu akan menjadi bekal penting dalam menyusun strategi kepemimpinan ke depan.

“Kita akan melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan apa yang perlu dipertahankan. Semua pengalaman dari periode sebelumnya menjadi pelajaran berharga agar PC IMM Lamongan semakin maju dan mampu menjawab tantangan organisasi di masa depan,” tuturnya.

Melalui semangat Taharrur Sebagai Jalan Perjuangan, Musycab XXI, Aldiansyah berharap menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan yang mampu memperkuat kaderisasi, memperkokoh budaya intelektual, serta menghadirkan gerakan IMM yang semakin progresif, kolaboratif, dan memberikan manfaat bagi Persyarikatan Muhammadiyah, umat, serta masyarakat luas. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu