Suasana ceria dan penuh antusiasme mewarnai lobby dan ruang pertemuan SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Sabtu (20/6/2026). Bersamaan dengan pembagian rapor semester genap bagi siswa kelas X dan XI, bidang kurikulum Smamsatu menggelar Gelar Karya Proyek Mata Pelajaran Tematik yang menampilkan beragam hasil kreativitas siswa.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB tersebut berhasil menarik perhatian ratusan wali murid. Tidak hanya itu, para siswa juga tampak antusias mengunjungi stan satu sama lain untuk melihat dan mempelajari karya teman-temannya.
Mengusung tema “Membangun Jiwa Edupreneurship Berbasis Inovasi Teknologi dan Kearifan Lokal”, kegiatan ini menjadi ajang apresiasi terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani siswa selama satu semester.
Kepala Smamsatu Gresik, Nurul Ilmiyah, S.Pd., memberikan apresiasi atas berbagai karya yang ditampilkan dalam gelar karya tersebut.
Menurutnya, hasil karya siswa menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan pemahaman teori, tetapi juga melahirkan kreativitas dan inovasi yang bermanfaat.
“Luar biasa sekali melihat deretan tanaman hidroponik yang ditampilkan di halaman depan sekolah tumbuh dengan sangat subur. Begitu juga dengan ide-ide kreatif siswa kelas XI Saintek dalam menciptakan produk teknologi tepat guna, serta keindahan alunan musik dari musikalisasi puisi yang disajikan oleh kelas XI Soshum. Ini membuktikan bahwa siswa kita memiliki potensi besar yang terus berkembang,” katanya.
Ketua Pelaksana Proyek Tematik, Zainal Arifin, M.Pd., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan ruang kepada siswa untuk menunjukkan hasil proses belajar mereka secara nyata.
Menurutnya, siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya, tetapi juga belajar mempresentasikan, mempertanggungjawabkan ide, dan membangun kepercayaan diri.
“Melalui presentasi karya ini, siswa tidak hanya pamer hasil, tetapi dilatih kepercayaan dirinya, diasah kemampuan komunikasinya, dan dibangun cara berpikir kritisnya. Kami ingin mengubah siswa dari penerima informasi pasif menjadi komunikator aktif yang mampu mempertanggungjawabkan ide kreatif mereka,” ujarnya.
Salah satu karya yang banyak menarik perhatian pengunjung berasal dari kelas XI Saintek 4.
Kelompok yang diwakili Shafa Nazwa Shafira menampilkan replika greenhouse otomatis berbasis Arduino Uno yang dirancang untuk memantau kondisi tanaman secara otomatis.
“Alat ini dirancang untuk memantau suhu dan kelembapan tanaman secara otomatis memakai sensor DHT22. Kipas, lampu LED, dan pompa air akan menyala sendiri sesuai kebutuhan tanaman,” katanya.
Shafa mengaku proyek tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan pemrograman, pemecahan masalah, dan kerja sama tim.
Nuansa berbeda hadir dari stan kelas XI Soshum 2 yang menampilkan proyek musikalisasi puisi bertajuk “Ketulusan Alam Semesta”.
Kelompok yang diwakili Melisa Dwi Renata Putri mengaransemen puisi legendaris Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono menjadi sebuah pertunjukan musik yang menyentuh.
“Kami memahami puisi tersebut sebagai bentuk cinta melalui tindakan dan pengorbanan. Pengalaman membuat nada untuk sebuah lagu ternyata sangat menantang sekaligus menyenangkan. Ini menjadi salah satu pengalaman terbaik kami di sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, siswa kelas X juga memamerkan hasil proyek ketahanan pangan lokal melalui budidaya hidroponik.
Naura Zami Safa Fitriyantara dari kelas X-5 bersama kelompoknya menampilkan berbagai tanaman hidroponik yang tumbuh subur dan menjadi salah satu daya tarik pameran.
“Pengalaman paling berharga itu waktu melihat tanaman yang kami rawat mulai tumbuh besar dan lebat. Rasanya tidak menyangka bisa berhasil menanam hidroponik dengan hasil memuaskan,” kata Zami.
Menurutnya, keterampilan tersebut dapat diterapkan di rumah sebagai aktivitas produktif selama masa liburan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sayuran keluarga.
Pelaksanaan Gelar Karya yang bertepatan dengan pembagian rapor dinilai menjadi strategi yang efektif untuk memperlihatkan hasil nyata pembelajaran kepada orang tua.
Interaksi yang terjalin antara wali murid, guru, dan siswa membuat suasana pameran berlangsung hidup dan penuh apresiasi.
Melalui kegiatan ini, Smamsatu Gresik menunjukkan bahwa ruang kelas tidak hanya menjadi tempat mempelajari teori, tetapi juga menjadi laboratorium lahirnya inovasi, kolaborasi, kreativitas, dan karakter unggul generasi masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments