Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

H. Moh. Amin dan Warisan Dakwah Muhammadiyah Magetan yang Terus Menginspirasi

Iklan Landscape Smamda
H. Moh. Amin dan Warisan Dakwah Muhammadiyah Magetan yang Terus Menginspirasi
Ha. Amin, PDM Magetan periode 980-1985, bersama istri. Foto: Dok/ : PDA Magetan

Perjalanan dakwah Muhammadiyah di Magetan tidak bisa dilepaskan dari sosok H. Moh. Amin. Doa dikenal sebagai salah satu “jago politik” persyarikatan pada masanya. Tokoh sederhana ini juga merupakan ayah dari Bendahara PWM Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin.

Dalam catatan sejarah, H. Amin memimpin PDM Magetan pada periode 1980–1985. Kepemimpinannya meninggalkan banyak jejak. Bukan hanya untuk Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsa. Di luar organisasi, ia mengabdi sebagai Pegawai Departemen Penerangan Kabupaten Magetan.

Di kalangan warga Muhammadiyah, H. Amin, begitu sapaan karibnya,  dikenal sebagai ulama sekaligus organisator ulung. Dia piawai membangun komunikasi dan menggerakkan dakwah amar makruf nahi mungkar. Pengaruhnya begitu kuat. Keteladanannya begitu membekas.

Sebagai bentuk penghormatan, nama H. Amin diabadikan menjadi nama masjid di kompleks SD Muhammadiyah 1 Magetan (Sedamu), Jalan Thamrin Nomor 18. Masjid Amin menjadi penanda jasa dan pengabdiannya yang tidak pernah dilupakan warga persyarikatan.

Bukan hanya cakap memimpin. H. Amin juga dikenal sangat jujur. Integritasnya menjadi buah bibir di kalangan kader Muhammadiyah.

“Karena sangat jujurnya, setiap mendapat uang fee dari urusan kantor, semuanya dikumpulkan untuk membantu biaya haji kader Muhammadiyah,” kenang Sunardi, mantan guru SMP Muhammadiyah Magetan, saat ditemui penulis di kediamannya pada 3 September 2021.

Kesaksian serupa datang dari mantan Ketua PDM Magetan periode 2010–2015, Nur Salim. Alumni SMP Muhammadiyah 1 Magetan itu mengenang H. Amin sebagai sosok yang utuh.

“Sepengetahuan saya, H. Amin adalah pribadi yang komplet. Santun, rendah hati, sederhana, cerdas, dan yang paling menonjol sangat peduli kepada umat. Di balik ketenangannya tersimpan karakter yang kuat dan berwibawa. Beliau benar-benar menjadi panutan kader Muhammadiyah,” tuturnya saat dihubungi penulis pada Ahad, 12 Februari 2023.

SMPM 5 Pucang SBY

Jejak pengabdian H. Amin tidak berhenti di bidang dakwah. Ia juga memiliki perhatian besar terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Pada pertengahan 1980-an, H. Amin menggagas pendirian rumah bersalin di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Berawal dari sebuah rumah yang diwakafkan.

Setelah tersedia tenaga bidan dan perawat, rumah itu diubah menjadi rumah bersalin untuk melayani warga sekitar.

“Itu semua merupakan inisiatif dan gagasan Bapak Amin,” ujar Hariadi Suprabawa, anggota PDM Magetan periode 2015–2020, saat penulis menemuinya di kediamannya pada 29 Agustus 2021.

Pengabdian H. Amin menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya disampaikan dari mimbar. Dakwah juga diwujudkan melalui kepemimpinan, kejujuran, dan keberpihakan kepada kebutuhan nyata masyarakat.

Warisan itulah yang hingga kini masih dikenang oleh warga Muhammadiyah Magetan.(*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 11/07/2026 20:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu