Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan (SD MUDA TUSIDA) menggelar Pelatihan Guru Pendamping Khusus (GPK) sebagai persiapan menyambut Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin–Rabu (6–8/7/2026), di Gedung Barat SD MUDA TUSIDA ini merupakan agenda tahunan yang bekerja sama dengan UPTD Layanan Disabilitas Kabupaten Sidoarjo.
Pelatihan dibuka oleh Kepala SD MUDA TUSIDA, Fahruddin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan bagi peserta didik penyandang disabilitas (PDPD).
Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, termasuk anak berkebutuhan khusus yang belajar bersama peserta didik reguler melalui penyelenggaraan pendidikan inklusif.
“Tahun ajaran 2026/2027 menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan sekolah yang ramah bagi semua. Pada titik inilah peran Guru Pendamping Khusus (GPK) menjadi sangat penting dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal,” ujarnya.
Penguatan Pendidikan Inklusif
Koordinator Bidang Kesiswaan, Widya Nurcahyanti, S.Psi., menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program penguatan pendidikan inklusif sekaligus sarana meningkatkan kompetensi para GPK dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Inklusi, Hikmah Rofidah, S.I.Kom., menjelaskan bahwa peserta dibagi ke dalam dua kelas agar proses pelatihan lebih efektif. Kelas dasar diikuti oleh 20 GPK yang baru bergabung di SD MUDA TUSIDA, sedangkan kelas mahir diikuti oleh 17 GPK yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya.
“Pembagian kelas dilakukan agar materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan peserta. Selain itu, rencana tindak lanjut (RTL) yang disusun juga berbeda sesuai tingkat pengalaman masing-masing guru,” jelasnya.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pelatihan tahun ini adalah kolaborasi antara Guru Pendamping Khusus dan guru reguler pada hari ketiga. Kegiatan tersebut bertujuan membangun sinergi dalam menyusun modul pembelajaran dan Perencanaan Pembelajaran Individu (PPI) bagi peserta didik penyandang disabilitas.
Nauul Fatcheyah, S.Pd., narasumber dari UPTD Layanan Disabilitas Kabupaten Sidoarjo, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman guru mengenai ragam disabilitas, layanan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas, serta memperkuat kerja sama tim dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Melalui kolaborasi ini, guru diharapkan semakin memahami kebutuhan setiap peserta didik sehingga mampu memberikan layanan yang tepat dan menciptakan pembelajaran yang inklusif,” ungkapnya.
Kepala UPTD Layanan Disabilitas Kabupaten Sidoarjo, Nisrina Khamidah, M.Psi., Psikolog, memberikan apresiasi kepada SD MUDA TUSIDA atas komitmennya dalam menyelenggarakan pelatihan secara berkelanjutan. Menurutnya, sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah percontohan sekaligus lembaga senior penyelenggara pendidikan inklusif di Kabupaten Sidoarjo.
“SD MUDA TUSIDA dan UPTD Layanan Disabilitas Kabupaten Sidoarjo sama-sama mengawali penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Sidoarjo. Semoga pelatihan ini terus meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri para guru dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, SD MUDA TUSIDA berharap tercipta lingkungan belajar yang semakin inklusif, suportif, dan mampu mengakomodasi kebutuhan setiap peserta didik secara optimal. Sinergi antara Guru Pendamping Khusus, guru reguler, dan UPTD Layanan Disabilitas diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan layanan pendidikan yang ramah bagi semua anak. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments