Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hengki Pradana: IPM Harus Jadi Rumah Pembelajaran dan Mercusuar Pelajar Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Hengki Pradana: IPM Harus Jadi Rumah Pembelajaran dan Mercusuar Pelajar Muhammadiyah
Pembacaan Pidato Iftitah oleh Hengki Pradana (Ahmad Hoiron/PWMU.CO)
Oleh : Ahmad Hoiron
pwmu.co -

Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur (Jatim) resmi dibuka di BBPPMPV BOE Malang, Sabtu (4/7/2026).

Dalam pidato iftitahnya, Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) IPM Jatim, M. Hengki Pradana, menegaskan arah gerakan IPM untuk setengah periode ke depan melalui tema Kiprah Pelajar Gerbang Baru Nusantara.

Hengki menyampaikan bahwa semangat gerakan IPM berakar pada nilai-nilai yang diwariskan Muhammadiyah. Menurutnya, perubahan tidak lahir hanya dari semangat, tetapi dari amal yang didasarkan pada ilmu dan organisasi yang kuat.

“Sejarah Muhammadiyah mengajarkan kepada kita bahwa perubahan tidak lahir dari semangat semata, tetapi dari amaliyah yang ilmiyah. Amar ma’ruf nahi mungkar membutuhkan perkumpulan yang kuat, tertata, dan memiliki arah perjuangan yang jelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Ali Imran ayat 104 dan 110 menjadi landasan gerakan Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang membawa kemaslahatan.

Menurutnya, menjadi khaira ummah bukan sekadar identitas, tetapi amanah untuk menghadirkan nilai transendensi, liberasi, dan humanisasi sebagaimana konsep kesadaran profetik yang dirumuskan Kuntowijoyo.

Selain itu, Hengki mengingatkan bahwa Kiai Haji Ahmad Dahlan mewariskan nilai keberagamaan yang diwujudkan melalui kepedulian sosial.

Nilai tersebut tercermin dalam penghayatan terhadap Surah Al-Ma’un dan Surah Al-‘Ashr yang menekankan pentingnya amal nyata, kepedulian terhadap sesama, serta pemanfaatan waktu untuk saling menasihati dalam kebaikan.

Berangkat dari nilai-nilai tersebut, Hengki menegaskan bahwa sejak berdiri pada 18 Juli 1961, IPM terus membangun tradisi intelektual dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi gerakan. Menurutnya, semangat Al-Qalam harus terus menjadi identitas pelajar Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

SMPM 5 Pucang SBY

“IPM telah memperkokoh dirinya sebagai gerakan pelajar yang menjadikan ilmu sebagai cahaya peradaban. Pena, ilmu pengetahuan, dan tradisi intelektual adalah instrumen utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pelajar saat ini, mulai dari disrupsi teknologi, perkembangan digital, krisis nilai, hingga persoalan lingkungan dan kemanusiaan. Karena itu, IPM dituntut mampu melahirkan pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial yang kuat.

Menurut Hengki, Musywil menjadi momentum untuk memperkuat peran IPM sebagai gerakan pelajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman, kokoh dalam kaderisasi, dan mampu menghadirkan solusi bagi persoalan pelajar.

“Musywil XXIV bukan sekadar memilih kepemimpinan baru. Forum ini adalah ikhtiar kolektif untuk merumuskan harapan baru bagi pelajar Muhammadiyah di Jatim. IPM harus terus menjadi rumah pembelajaran, laboratorium kepemimpinan, ruang pengabdian, dan mercusuar bagi pelajar Muhammadiyah,” tegasnya.

Menutup pidato iftitahnya, Hengki mengajak seluruh peserta menjaga semangat persaudaraan dan menjadikan perbedaan pandangan sebagai kekuatan dalam menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.

“Mari kita jadikan musyawarah ini sebagai ruang untuk menguatkan ukhuwah, memperkaya gagasan, dan menyatukan langkah. Perbedaan pandangan hendaknya menjadi kekuatan untuk melahirkan keputusan terbaik, karena yang kita perjuangkan adalah masa depan gerakan pelajar Muhammadiyah,” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Zahra Putri Pratiwig - 06/07/2026 15:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu