Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar, SD Muhammadiyah Plus Kota Mojokerto menyelenggarakan kegiatan doa bersama dan motivasi pada Jumat (17/4/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 siswa kelas VI, orang tua, serta guru, dan dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Acara ini mengusung tema “Menjadi Orang Tua Hebat agar Anak Sukses dan Berkarakter”. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang diikuti seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi motivasi.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Mojokerto, Rodliyah, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran orang tua dan kesungguhan belajar siswa dalam menghadapi TKA.
“Anak-anakku, di ambang perjuangan TKA ini, Ibu/Bapak ingin mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual hanyalah satu sayap. Agar kalian mampu terbang tinggi menggapai impian, bentangkanlah sayap lainnya, yaitu ketajaman spiritual. Di hari-hari mendatang, mari kita ‘mengetuk pintu langit’ lebih sering melalui sujud-sujud panjang dan tilawah yang khusyuk. Ingatlah, saat tangan kita terbatas untuk menjangkau keberhasilan, doa-doa di sepertiga malamlah yang akan mendekatkannya ke hadapan kita.”
Beliau juga menyampaikan pesan kepada siswa agar tetap bersemangat dalam menjalani proses belajar.
”Jangan pernah merasa takut atau kecil hati. Ingatlah prinsip Man Jadda Wajada—siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil. Jika kalian merasa lelah, ingatlah sujud doa orang tua kalian di sepertiga malam. Jadikan itu bahan bakar semangatmu. Fokuslah pada proses, jujurlah dalam melangkah, dan biarkan Allah yang menyempurnakan hasilnya. Kalian lebih kuat dan lebih siap dari yang kalian bayangkan!”
Pada sesi motivasi, hadir Afif Hidayatullah, S.E., S.Pd., M.Ak., C.Ht., C.NNLP., C.STMI., sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai peran orang tua dan anak dalam proses pendidikan melalui konsep “Filosofi 10 Jari”.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa lima jari anak merepresentasikan unsur usaha, antara lain keinginan belajar, keberanian mencoba, ketekunan, kedisiplinan, serta cita-cita. Sementara itu, lima jari orang tua menggambarkan aspek dukungan, seperti doa, kasih sayang, bimbingan, pengorbanan, dan restu.
Ia juga menjelaskan bahwa keterkaitan antara peran anak dan orang tua menjadi bagian dari proses pendidikan yang saling melengkapi. Keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak dinilai memiliki peran dalam proses belajar.
Kegiatan ini juga diisi dengan interaksi antara siswa dan orang tua, termasuk penyampaian permohonan doa restu dari siswa kepada orang tua dan guru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, siswa mengikuti rangkaian pembekalan sebelum pelaksanaan TKA dengan melibatkan orang tua dan guru dalam satu kegiatan bersama.
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, siswa kelas VI mengikuti persiapan menghadapi TKA melalui kegiatan yang melibatkan unsur sekolah dan keluarga sebagai bagian dari proses pendidikan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments