Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kajian Ahad Pagi PDM Kota Batu Bahas Pertanda Haji Mabrur

Iklan Landscape Smamda
Kajian Ahad Pagi PDM Kota Batu Bahas Pertanda Haji Mabrur
Kajian bersama Prof. Haris. Foto: Istimewa/PWMU.CO
Oleh : Khoen Eka

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu kembali menggelar Kajian Ahad Pagi KH Ahmad Dahlan pada Ahad Pon, 20 Muharram 1448 H atau bertepatan dengan Ahad (5/7/2026).

Kajian kali ini menghadirkan Ketua PDM Kota Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, sebagai pemateri dengan tema “Mabrur Bukan Sekadar Gelar, tetapi Perubahan Akhlak dan Amal.”

Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Haris menjelaskan bahwa kata mabrur berarti “diterima sebagai kebaikan”. Karena itu, haji mabrur bukan sekadar predikat bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji, melainkan bukti diterimanya amal yang tercermin dalam perubahan akhlak dan perilaku sehari-hari.

“Haji mabrur bukan hanya soal pulang dengan gelar haji, tetapi bagaimana seseorang mengalami perubahan akhlak dan amal menuju kehidupan yang lebih baik. Itulah tanda bahwa ibadah hajinya diterima Allah Swt.,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat beberapa syarat untuk meraih haji mabrur, di antaranya meluruskan niat semata-mata karena Allah Swt., menggunakan harta yang halal untuk berhaji, memperbanyak amal saleh selama menjalankan ibadah, serta menunjukkan perubahan perilaku yang lebih baik setelah kembali ke Tanah Air.

Prof. Abdul Haris menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan proses pembentukan karakter yang membiasakan seorang muslim untuk senantiasa berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kesadaran yang ingin dibangun melalui ibadah haji adalah ketawadhuan, menyadari bahwa semua manusia setara di hadapan Allah, menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, serta gemar menebarkan kebaikan,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia menambahkan, rangkaian ibadah haji juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur. Nilai-nilai tersebut diharapkan tetap melekat dalam diri seorang muslim setelah kembali dari Tanah Suci.

Di akhir kajian, Prof. Abdul Haris mengingatkan pentingnya menjaga hati dari berbagai penyakit batin yang dapat mengurangi nilai amal ibadah.

“Maksiat hati dapat merusak amal kita. Jangan sampai setelah berhaji muncul perasaan lebih baik atau lebih mulia daripada orang lain. Justru orang yang memperoleh haji mabrur akan semakin rendah hati dan semakin banyak berbuat baik kepada sesama,” pesannya.

Kajian Ahad Pagi KH Ahmad Dahlan ini menjadi pengingat bahwa kemabruran haji tidak diukur dari gelar yang disandang, melainkan dari perubahan akhlak, ketulusan dalam beribadah, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 05/07/2026 16:43
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu