Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ketua PDM Sidoarjo: Marbot Bukan Sekadar Menjaga Masjid, tetapi Menghidupkan Kebaikan

Iklan Landscape Smamda
Ketua PDM Sidoarjo: Marbot Bukan Sekadar Menjaga Masjid, tetapi Menghidupkan Kebaikan
pwmu.co -

SIDOARJO – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Prof. Dzo’ul Milal, M.Pd., menegaskan bahwa peran marbot tidak sebatas menjaga kebersihan dan kesiapan masjid. Marbot juga memiliki peran penting dalam menghidupkan aktivitas masjid serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Dzo’ul Milal kepada peserta Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 4 LPCRPM PWM Jawa Timur.

Menurutnya, kemegahan bangunan tidak serta-merta menjadikan masjid makmur. Kehidupan masjid justru tumbuh dari orang-orang yang dengan ikhlas merawatnya, menggerakkan jamaah, serta menghadirkan berbagai kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada PCM Sepanjang dan PRM Wage yang dinilainya menjadi bagian membanggakan bagi PDM Sidoarjo melalui pengembangan berbagai amal usaha Muhammadiyah.

“PCM Sepanjang adalah kebanggaan PDM Sidoarjo dan PRM Wage adalah kebanggaan PDM Sidoarjo. Hal itu karena banyaknya amal usaha Muhammadiyah yang bisa makmur dan memakmurkan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dzo’ul Milal memperkenalkan lima karakter yang menurutnya perlu dimiliki seorang marbot. Lima karakter tersebut ia sebut sebagai “5 AS”.

Karakter pertama adalah ikhlas. Menurutnya, seorang marbot harus menjalankan tugas dengan niat lillahi ta’ala dan mengharap ridha Allah SWT. Namun, ikhlas bukan berarti menjalankan pekerjaan tanpa kesungguhan.

“Ikhlas bukan seadanya, tetapi harus melakukan yang terbaik” tegasnya.

Karena itu, setiap tugas di masjid perlu dilakukan dengan kesungguhan dan kualitas terbaik sebagai bagian dari pengabdian.

Karakter kedua adalah akas. Seorang marbot, menurutnya, perlu memiliki gerak yang cepat dan tanggap terhadap berbagai kebutuhan masjid tanpa harus selalu menunggu perintah.

Selanjutnya adalah humas. Marbot juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi serta menyebarkan berbagai kebaikan dan aktivitas masjid kepada masyarakat melalui beragam saluran informasi.

Menurut Prof. Dzo’ul Milal, berbagai kebaikan yang tumbuh di masjid tidak seharusnya berhenti di lingkungan internal. Kebaikan tersebut perlu disampaikan agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak orang.

SMPM 5 Pucang SBY

Karakter keempat adalah cerdas. Seorang marbot dituntut memiliki kreativitas dalam mengembangkan kehidupan masjid, mulai dari pola kajian, penggalangan dana, hingga berbagai upaya untuk memakmurkan masjid dan masyarakat di sekitarnya.

Marbot, kata dia, tidak cukup hanya rajin dan ikhlas. Mereka juga perlu terus belajar, berpikir kreatif, serta memahami kebutuhan jamaah dan lingkungan.

Sementara karakter kelima adalah antusias. Sikap tersebut ditunjukkan melalui inisiatif untuk mengisi kekurangan, melengkapi sesuatu yang belum sempurna, serta tidak hanya menunggu orang lain untuk memulai.

Kelima karakter tersebut pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yakni mencari ridha Allah SWT melalui pengabdian kepada masjid dan masyarakat.

Prof. Dzo’ul Milal menilai marbot memiliki posisi strategis dalam kehidupan masjid. Kehadiran mereka tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fasilitas masjid, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak berbagai aktivitas di dalamnya.

Masjid yang makmur, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tidak hanya ditandai dengan ramainya aktivitas di dalam bangunan. Kemakmuran masjid juga perlu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat di sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Dzo’ul Milal turut menyampaikan apresiasi kepada PRM Wage yang menerima amanah dari PWM Jawa Timur untuk menjadi pelaksana Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 4.

“Terima kasih kepada PRM Wage yang berkenan menerima amanah dari PWM Jawa Timur untuk melaksanakan kegiatan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 4,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melahirkan marbot Muhammadiyah yang tidak hanya mampu menjaga masjid, tetapi juga menghidupkan aktivitas dan menghadirkan manfaatnya bagi umat.

Sebab, peran marbot tidak berhenti sebagai penjaga fasilitas masjid. Dengan keikhlasan, ketanggapan, kemampuan berkomunikasi, kecerdasan, dan inisiatif, marbot menjadi bagian dari upaya menghidupkan kebaikan yang tumbuh dari masjid hingga ke lingkungan masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/08/2026 14:07
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu