Apakah yang sangat terpenting dalam agama Islam? Sebelum menentukan jawab atas pertanyaan di atas itu, perlu rasanya dijelaskan lebih dahulu tentang arti perkataan agama dan perkataan Islam.
Agama adalah petunjuk yang dijelaskan oleh Rasul dalam lima hal:
- Jika petunjuk itu bersangkut paut dengan ibadat, maka bentuk caranya dan waktunya ditentukan oleh Allah dan RasulNya, kita tiada diperkenankan menambah atau menguranginya.
- Jika petunjuk itu mengenai akan perikehidupan dalam masyarakat, maka diterangkan pokoknya saja, adapun ranting-rantingnya diserahkan kepada kita dengan yang selaras menurut masa dan pergaulan.
-
Jika petunjuk itu mengenai benda, maka diterangkan akan hikmah-hikmahnya yang tersembunyi di dalamnya.
- Jika petunjuk itu mengenai riwayat-riwayat, maka diperintahnya kita mengambil tauladan.
- Jika petunjuk itu mengenai kepada keduniaan, maka diserahkan kepada kita, asal diambilnya yang berguna dan dijauhinya yang berbahaya.
Demikianlah arti agama dalam lima hal. Adapun arti Islam ialah menyerah kepada petunjuk-petunjuk tadi. Jadi Agama Islam ialah penyerahan sesuatu manusia akan petunjuk Tuhan yang dijelaskan oleh RasulNya.
Sesudah jelas apa yang tersebut di atas, maka marilah kita mengupas akan pertanyaan yang dikemukakan di atas. Dalam penyelidikan teliti dan seksama maka terjumpalah bahwa yang amat terpenting dalam agama Islam itu ialah salat (sembahyang). Memang nyata, pekerjaan sembahyang adalah sangat beratnya, kecuali bagi orang yang khusu’, tunduk dan menyerah.
Sembahyang adalah latihan tubuh dan jiwa. Tubuh harus bergerak yang tentu dalam waktu-waktu tertentu, sesudah tubuh dibersihkan dari segala kekotoran dan barang yang najis, agar supaya bersih dan suci dari benda-benda yang jahat dan kutu-kutu yang berbahaya. Dengan syarat khusu’, maka jiwa terlatih dalam ketenangan akan menempuh peri kehidupan dengan semangat yang teguh dan kokoh.
Khusu’ ialah ingat, tunduk serta merasa dan dirasakan mempunyai keyakinan yang ia berdiri dihadapan Tuhannya, berbicara dengan Tuhannya, serta berjanji akan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi akan cegahanNya.
Demikianlah latihan sampai lima kali dalam satu hari, supaya ia senantiasa ingat akan kewajiban tubuhnya dan rohnya. Kemudian tumbuh semangat berjuang dengan tenaga yang kuat dan kokoh akan mencapai dan memperoleh kehormatan dunia akherat.
Di dalam pergaulan kita para manusia, telah terbukti, bahwa apabila dipanggil menghadap kepada pembesar dan akan diajak berbicara, sudah tentu ia merasa bergembira dan bangga, dan ingin sekali supaya lama-lama pembicaraannya, sebab yang demikian itu menunjukkan akan senang dan ridhonya pembesar tadi. Demikianlah sembahyang bagi orang yang khusu’ merasa ia menghadap Tuhannya dan berbicara dihadlirotNya.
Orang yang bersembahyang masuk di dalam garis orang yang beragama Islam. Akan tetapi kalau cuma hanya mementingkan bentuk dan caranya saja, kemudian sudah merasa melunaskan kewajibannya, sudah tentu tidak berbuah di dalam budi dan bathinnya, akan menuntut kehormatan dunia akherat. Oleh karena itu tiap-tiap bersembahyang harus dengan khusu’ dalam sembahyang. Ringkasnya jawab pertanyaan tadi ialah SEMBAHYANG DENGAN KHUSU’.
Catatan: Ditulis oleh KH Mas Mansur di Majalah “Suara Muslimin Indonesia” No. 2 Thn. I-Desember 2603 (Tahun Jepang 2603 bertepatan dengan Tahun 1943 M), dibukukan dalam “Kiyai Haji Mas Mansur: Kumpulan Karangan Tersebar”, disunting oleh Drs. H. Amir Hamzah Wiryosukarto, Penerbit: PT Persatuan





0 Tanggapan
Empty Comments