Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khatib Bahas Makna Filosofis Gerakan Shalat di Aula Gedung 2 SDM Limas

Iklan Landscape Smamda
Khatib Bahas Makna Filosofis Gerakan Shalat di Aula Gedung 2 SDM Limas
Khatib Ali Shodiqin, M.Pd.I Kaur Humas SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) Memberikan Tausiyah Khutbah Jum'at Kedua di Aula Lantai 2 Gedung 2 SDM Limas. (Ali/PWMU.CO)
pwmu.co -

PWMU.CO – Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) menggelar shalat Jumat kedua di Aula Lantai 2 Gedung 2, Jumat (4/9/2026). Bertindak sebagai khatib dan imam, Ali Shodiqin, M.Pd.I, Kaur Humas SDM Limas.

Dalam khutbahnya, Ali Shodiqin mengangkat tema “Makna Filosofis Gerakan Ibadah Shalat”. Ia mengawali khutbah dengan membaca khutbatul hajah, berupa pujian kepada Allah (tahmid), syahadat, shalawat Nabi, serta wasiat takwa.

Khatib mengajak diri sendiri dan jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sembari membaca Surat Ali Imran ayat 102. Selanjutnya, ia menyampaikan inti khutbah berupa nasihat agama, edukasi, dan persoalan umat secara ringkas serta aplikatif.

Ali Shodiqin menjelaskan bahwa kata “salat” (الصلاة) disebut lebih dari 100 kali di dalam Al-Qur’an. Sementara itu, jika merujuk pada perintah langsung mendirikan shalat yang menggunakan kata kerja perintah (fi’il amr), seperti “Aqīmūṣ-ṣalāh” (Dirikanlah shalat – jamak) atau “Aqimiṣ-ṣalāh” (Dirikanlah shalat – tunggal), perintah tersebut disebut sebanyak 17 kali di dalam Al-Qur’an.

“Secara keseluruhan, jika menghitung seluruh ayat yang mengandung perintah, kewajiban, maupun anjuran menjaga sholat, terdapat puluhan ayat yang tersebar di berbagai surat, seperti dalam surat Al Baqarah ayat 43.” Tutur ustadz Ali sambil tersenyum dihadapan seluruh jama’ah sholat Jum’at.

Menurut Ali, shalat memiliki makna filosofis sebagai simbol penyerahan diri dan kesadaran spiritual manusia yang tercermin dalam setiap gerakan fisik dan bacaannya.

Dalam khutbahnya, Ali menjelaskan sejumlah makna filosofis yang terkandung dalam gerakan shalat.

Berdiri tegak melambangkan keteguhan iman dan kesiapan hamba menghadap Allah dengan penuh rasa hormat.

Takbiratul ihram, yakni mengangkat tangan, melambangkan meninggalkan segala urusan dunia di belakang dan memusatkan perhatian hanya kepada Allah.

Ruku melambangkan sikap tunduk, patuh, dan merendahkan diri di hadapan Zat Yang Maha Agung.

I’tidal, atau bangkit berdiri, melambangkan harapan dan pujian kepada Allah setelah mengakui kelemahan ketika ruku.

Sujud, yakni meletakkan kening di lantai, melambangkan titik terendah manusia yang menyadarkan bahwa manusia berasal dari tanah dan tidak pantas bersikap sombong.

Sementara itu, duduk tahiyyat melambangkan ketenangan jiwa, penghormatan tertinggi kepada Sang Pencipta, serta penebaran salam keselamatan bagi sesama.

Pada khutbah kedua, Ali berpesan kepada diri sendiri dan jamaah agar senantiasa meningkatkan iman dan takwa serta mendirikan shalat lima waktu dengan penuh khusyuk dan tumakninah.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia kemudian menyampaikan kisah yang populer dalam tradisi keislaman tentang Ali bin Abi Thalib RA sebagai gambaran mengenai kekhusyukan dalam shalat.

Dikisahkan, sebuah anak panah menancap di tubuh Ali bin Abi Thalib saat pertempuran. Ketika para sahabat dan tabib hendak mencabut anak panah tersebut, Ali menolaknya karena rasa sakit yang luar biasa.

Namun, Ali kemudian memberikan solusi:

“Cabutlah anak panah ini ketika aku sedang sholat.”

Ketika Sayyidina Ali masuk ke dalam shalatnya dengan khusyuk dan tenggelam dalam komunikasi bersama Allah SWT, tabib kemudian mencabut anak panah dari tubuhnya.

Setelah mengucapkan salam di akhir shalat, beliau baru menyadari bahwa anak panah tersebut telah berhasil dikeluarkan tanpa merasakan sakit.

Ali kemudian menutup khutbah kedua dengan doa dan munajat kepada Allah Subhanallahu Wataala.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Mationo, M.A., mengungkapkan rasa syukur karena pelaksanaan shalat Jumat kedua di Aula Lantai 2 Gedung 2 SDM Limas berjalan lancar dan tertib.

“Semoga harapan orang tua bagi yang belum dijemput sebelum pelaksanaan sholat Jum’at semuanya bisa mengikuti dengan baik, terimakasih kepada pengurus komite IKWAM SDM Limas yang selalu setia menemani dan menyediakan Jum’at Berkah baik untuk jama’ah masjid At Taqwa gedung 1, Aula gedung 2, dan masyarakat sekitar, semoga Berkah dan Sehat Walafiat Semua… Aamiin.”

Ustadz Yono, sapaan akrab Mationo, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan shalat Jumat berlangsung di luar masjid sekolah.

Kegiatan shalat Jumat kedua ini menjadi bagian dari upaya SDM Limas menghadirkan pembinaan keagamaan sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik dan warga sekolah untuk memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/09/2026 02:37
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu