SMK Muhammadiyah Bondowoso berhasil meraih penghargaan Best Display dalam ajang Pawai Budaya rangkaian peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207.
Penghargaan tersebut menjadi prestasi membanggakan bagi sekolah setelah berhasil menampilkan kreativitas dalam Pawai Budaya yang berlangsung meriah di pusat kota Bondowoso.
Penyerahan piagam penghargaan dilakukan pada acara penutupan Festival Kopi Nusantara (FKN) ke-9 dan Festival Tembakau 2026 di Alun-Alun Ki Bagus Asra, Bondowoso, Jumat malam (4/9/2026).
Ketua Panitia Pawai Budaya SMK Muhammadiyah Bondowoso, Muhammad Ridwan, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian seluruh tim yang terlibat sejak proses persiapan hingga pelaksanaan.
“Penghargaan Best Display ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta kreativitas seluruh siswa, guru, dan staf yang terlibat. Kami berusaha menyajikan tampilan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat akan pesan budaya dan identitas daerah. Terima kasih untuk seluruh tim yang telah berjuang luar biasa,” ujar Muhammad Ridwan di sela-sela penutupan acara.
Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari pimpinan sekolah. Kepala SMK Muhammadiyah Bondowoso, Agus Triono, S.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas semangat kolaborasi yang ditunjukkan keluarga besar sekolah.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi raihan prestasi ini. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa para siswa dan guru SMK Muhammadiyah memiliki daya cipta serta semangat melestarikan kebudayaan lokal yang sangat besar. Semoga pencapaian ini menjadi pemantik motivasi untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di masa mendatang,” tutur Agus Triono.
Ajang Pawai Budaya Harjabo ke-207 menjadi salah satu agenda tahunan yang ditunggu warga Bondowoso. Kegiatan tersebut menyedot antusiasme ribuan penonton yang memadati kawasan Alun-Alun Bondowoso hingga malam puncak penutupan.
Raihan penghargaan Best Display semakin memperkuat komitmen SMK Muhammadiyah Bondowoso untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan kejuruan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam seni, budaya, dan kehidupan kemasyarakatan di Kabupaten Bondowoso.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas dan kolaborasi siswa, guru, serta tenaga kependidikan dapat menjadi kekuatan untuk turut melestarikan budaya lokal melalui kegiatan sekolah.





0 Tanggapan
Empty Comments