Suasana haru dan khidmat menyelimuti bumi Menganti, Gresik, Ahad (30/8/2026). Ratusan warga persyarikatan dan masyarakat umum memberikan penghormatan terakhir kepada Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Menganti, Ustadz Nur Syamsi, yang wafat.
Di antara para pelayat, puluhan personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Markas Cabang Cerme sigap mengawal prosesi pengantaran jenazah hingga ke tempat pemakaman.
Aksi kifayah kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan KOKAM Markas Cabang Cerme, Muhammad Syaifullah, yang akrab disapa Kang Ipul.
Suasana semakin haru ketika Kang Ipul memimpin apel siaga pasukan Kokam Cerme sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.
Di hadapan seluruh personel yang berdiri tegap dan khidmat, Kang Ipul menyampaikan amanat tentang hakikat kehidupan dan kematian.
“Hari ini kita berdiri mengangkat keranda seorang guru, namun kelak giliran kita yang akan dibaringkan di dalamnya. Kematian adalah penasihat terbaik yang tidak pernah bersuara. Jadikan setiap langkah pengamanan kemanusiaan hari ini sebagai pengingat bahwa tiada yang kita bawa menghadap Allah selain ketulusan niat dan amal yang ikhlas di jalan persyarikatan,” ujar Kang Ipul dalam amanatnya.
Ikatan Emosional
Usai pemakaman, Kang Ipul tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Kepergian Ustadz Nur Syamsi meninggalkan duka mendalam baginya.
Hubungan keduanya bukan sekadar antara pimpinan dan anggota Kokam. Keduanya memiliki ikatan emosional yang telah terjalin sejak lama, termasuk ketika bersama-sama mengabdi dan mengajar di Perguruan Muhammadiyah Cerme.
“Ustadz Nur Syamsi adalah teladan nyata bagi kita semua. Beliau sosok yang amat tawadhu, rendah hati, dan tidak pernah surut semangatnya dalam mensyiarkan dakwah Islam,” ungkap Kang Ipul.
Ia mengaku memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan almarhum. Menurutnya, Ustadz Nur Syamsi bukan hanya rekan dalam pengabdian, tetapi juga sosok yang selama ini memberikan penguatan dan bimbingan.
“Kami memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat karena pernah bersama-sama mengabdi dan mengajar di Perguruan Muhammadiyah Cerme. Beliau adalah penguat dan pembimbing saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Apresiasi untuk Kokam Cerme
Kehadiran puluhan personel Kokam Cerme dalam prosesi pemakaman tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Komandan Kokam Markas Cabang Menganti, Riyo, menyampaikan kebanggaannya atas soliditas dan loyalitas yang ditunjukkan Kang Ipul bersama jajaran Kokam Cerme.
“Saya pribadi merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada Kang Ipul. Beliau mampu menggerakkan dan mengerahkan pasukan Kokam Cabang Cerme dalam jumlah besar untuk memberikan penghormatan terbaik dan mengantarkan almarhum Ustadz Nur Syamsi hingga ke tempat peristirahatan terakhir,” tutur Riyo.
Apresiasi senada disampaikan Kepala Staf Operasional (KSO) Kokam Markas Daerah Kabupaten Gresik, Muhammad Na’im.
Menurutnya, gaya kepemimpinan Kang Ipul dapat menjadi contoh bagi jajaran komandan Kokam di wilayah lainnya.
“Kang Ipul adalah sosok komandan yang memiliki jiwa kemanusiaan dan kepedulian sosial yang luar biasa. Beliau mampu mengendalikan dan menggerakkan pasukan Kokam Cerme secara cepat dan terukur setiap kali ada panggilan dari persyarikatan,” kata Muhammad Na’im.
Ia menilai gerak cepat dan loyalitas Kokam Cerme merupakan bentuk nyata kesiapsiagaan kader dalam menjalankan amanah persyarikatan.
“Gerak cepat dan loyalitas tinggi ini adalah teladan bagi komandan-komandan KOKAM lainnya,” tegasnya.
Kepergian Ustaz Nur Syamsi ke rahmatullah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, warga persyarikatan, dan masyarakat yang mengenalnya.
Namun, keteladanan yang diwariskannya akan terus hidup. Begitu pula semangat pengabdian para kader Kokam yang hadir di tengah masyarakat menjadi wujud bahwa nilai keikhlasan, kepedulian, dan pengabdian kepada persyarikatan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments