Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Krisis Pemain! Pewarta PWMU.CO Dipaksa Turun Lapangan, Gondo Waloyo Main untuk Spemudas FC

Iklan Landscape Smamda
Krisis Pemain! Pewarta PWMU.CO Dipaksa Turun Lapangan, Gondo Waloyo Main untuk Spemudas FC
Gondo saat memasuki lapangan futsal Malisha, penonton riuh gelak tawa menyaksikan aksi wartawan main futsal, Rabu 12 Agustus 2026. Foto Wilda Ayu/PWMU.CO
pwmu.co -

Drama Fun Mini Soccer 4 Dasawarsa Al-Ishlah Bikin Penonton Ngakak dan Kompak Teriak “Yasifun”

Kejadian kocak sekaligus mengharukan mewarnai lanjutan Fun Mini Soccer 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah, Rabu (12/8/2026) sore di Lapangan Futsal Malisha.

Drama dimulai tepat ketika wasit Amnan Habib bersiap meniup peluit panjang tanda kick-off. Tim Spemudas FC mendadak mengalami krisis pemain.

Sang kapten, Ngajiono, belum terlihat. Pelatihnya juga entah menghilang ke mana. Suasana sempat panik.

Beruntung, Miftah Uchya, salah satu pemain Spemudas FC, bergerak cepat. “Sat set”, ia langsung mengambil alih komando.

Dengan strategi darurat, Miftah menurunkan skuad “berbobot”: Sholahuddin, Saiful, dan Gondo Waloyo.

Nah, nama terakhir inilah yang menjadi sorotan utama sore itu.

Gondo Waloyo bukan pemain bola. Dalam riwayat hidupnya, ia tidak pernah terjun ke lapangan hijau. Profesi sehari-harinya? Menulis, mendokumentasikan peristiwa, dan menjadi pewarta.

Menggiring bola? Nol. Mengotak-atik bola? Lebih nol lagi.

Namun, keadaan memaksa.

Faris Kholid langsung mendekat dan “menekan” dengan logat khasnya:

“Ayo Pak Gondo main, please tolong SMPM 12 Paciran. Ini sepatu nomor 41 pakai, dan ini kostum milik Yasifun bisa dipakai,”

Tidak ada pilihan lain. Demi tim, demi almamater, sang pewarta pun menyerah.

Jadilah Gondo Waloyo masuk lapangan. Bukan untuk menulis berita. Bukan untuk memotret.

Tapi untuk berlari, mengejar bola, dan berkeringat.

SMPM 5 Pucang SBY

Sontak tribun riuh. Tepuk tangan bercampur tawa pecah dari penonton yang penasaran ingin melihat aksi “wartawan” berkostum pinjaman itu.

Yang membuat suasana semakin cair, nama Gondo ternyata tidak asing bagi kubu lawan.

Selain mengajar di SMPM 12 Paciran, Gondo juga mengajar di Malisha—singkatan dari MA Al-Ishlah. Murid-murid dan guru Malisha sudah hafal betul sosoknya.

Begitu melihat Gondo masuk lapangan dengan kaos pinjaman, suporter Malisha langsung kompak. Mereka berdiri dan berulang kali berteriak bersama:

“Yasifun! Yasifun! Yasifun!”

Teriakan tersebut merupakan nama pemilik kostum yang dipakai Gondo. Namun, pada sore itu, nama tersebut sekaligus menjadi yel-yel lucu untuk menyemangati “guru mereka” yang tiba-tiba berubah menjadi pemain.

Daripada tegang, laga justru berubah menjadi pesta. Kedua tim dan penonton sama-sama menikmati “Real Fun” yang sesungguhnya.

Dengan kaos milik orang lain dan sepatu nomor 41, Gondo pun ikut ambil bagian dalam kemenangan Spemudas FC dengan skor 7-4 atas Malisha sore itu.

Momen tersebut menjadi gambaran nyata tema 4 Dasawarsa Al-Ishlah: “Bersatu dalam Khidmah, Bergerak untuk Umat”.

Saat tim membutuhkan, semua bisa menjadi pemain. Termasuk mereka yang biasanya hanya memegang pulpen dan kamera.

Dan ketika guru turun ke lapangan, murid pun berubah menjadi suporter paling semangat.

“Salut untuk semangatnya, Pak Gondo!” seloroh Sri Welas.

Revisi Oleh:
  • Satria - 14/08/2026 00:21
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu