Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya dimaknai sebagai penyaluran bantuan kepada masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan yang mencakup berbagai bidang kehidupan. Gagasan tersebut disampaikan Arief Setyawan, S.E., M.M., narasumber dari Lazismu Kota Surabaya, dalam Talkshow Milad ke-109 Aisyiyah Kota Surabaya yang diselenggarakan di Gedung At-Tauhid Lantai 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Ahad (5/7/2026).
Talkshow yang dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kota Surabaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-109 Aisyiyah dengan mengusung tema Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.
Dalam pemaparannya, Arief menjelaskan bahwa Lazismu mengembangkan berbagai program yang terintegrasi pada bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan dakwah, kemanusiaan, hingga pelestarian lingkungan. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian penerima manfaat.
Pada bidang ekonomi, Lazismu menjalankan berbagai program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif, program ketahanan pangan, serta penguatan keuangan mikro sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang kesehatan, Lazismu menyediakan layanan mobil kesehatan keliling dan pemeriksaan kesehatan untuk memperluas akses layanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, pada bidang pendidikan, Lazismu mengembangkan Program Beasiswa Mentari bagi mahasiswa serta siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah. Selain itu, terdapat program Peduli Guru dan Save Our School sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Pada bidang sosial dan dakwah, Lazismu melaksanakan pemberdayaan penyandang disabilitas, Program Sayangi Lansia, serta pendampingan bagi para mualaf melalui pemanfaatan dana zakat. Adapun pada bidang kemanusiaan, Lazismu mengelola Program Indonesia Siaga yang didukung dana infak dan sedekah untuk membantu masyarakat terdampak bencana maupun situasi darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi. Menurutnya, pelestarian lingkungan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Selama ini masyarakat mungkin lebih mengenal Lazismu sebagai lembaga yang bergerak dalam penghimpunan dan penyaluran zakat untuk membantu masyarakat dari sisi ekonomi. Padahal, pemberdayaan yang kami lakukan jauh lebih luas, mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, kemanusiaan, hingga pelestarian lingkungan. Semua itu merupakan bagian dari dakwah yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai program tersebut menunjukkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai sektor kehidupan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan.
Melalui talkshow tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Lazismu Kota Surabaya. Pemaparan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-109 Aisyiyah yang mengangkat pentingnya penguatan dakwah kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments