Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar sosialisasi Peta Desa Ngabar sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Ngabar, Mojokerto, Selasa (1/9/2026).
Program tersebut bertujuan membantu masyarakat dan pemerintah desa mengenali serta memahami kondisi wilayah Desa Ngabar secara lebih mudah dan terstruktur. Peta desa yang dibuat mahasiswa diharapkan menjadi media informasi yang memberikan gambaran mengenai kondisi dan berbagai potensi wilayah desa.
Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa melakukan pengumpulan informasi mengenai kondisi wilayah Desa Ngabar. Data tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan peta desa.
Proses pembuatan peta tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tetapi juga memperhatikan informasi mengenai lokasi dan kondisi berbagai objek yang terdapat di wilayah desa.
Peta Desa Ngabar yang disosialisasikan memuat informasi mengenai batas wilayah desa, batas antarwilayah atau dusun, jaringan jalan, area permukiman warga, fasilitas umum, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai lokasi penting lainnya.
Informasi tersebut disusun agar masyarakat memperoleh gambaran mengenai wilayah desa melalui satu media yang lebih mudah dibaca dan dipahami.
“Pembuatan peta Desa Ngabar ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengenali wilayah desa secara lebih mudah. Kami berharap peta ini tidak hanya menjadi hasil dari program kerja KKN, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa dan masyarakat sebagai media informasi mengenai wilayah Desa Ngabar”
Selain menunjukkan lokasi berbagai fasilitas, peta tersebut juga memberikan gambaran mengenai persebaran permukiman dan lingkungan sekitar Desa Ngabar. Dengan informasi tersebut, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui letak suatu tempat serta memahami keterkaitan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan secara langsung tujuan pembuatan peta desa, informasi yang terdapat di dalamnya, serta manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan peta tersebut.
Mahasiswa menjelaskan bahwa peta desa bukan hanya berfungsi sebagai gambar yang menunjukkan batas wilayah. Lebih dari itu, peta dapat menjadi media informasi yang membantu masyarakat mengenali berbagai objek penting di lingkungan mereka.
Melalui peta tersebut, masyarakat dapat mengetahui lokasi fasilitas pelayanan umum, jalan yang menghubungkan antarwilayah, tempat ibadah, fasilitas pendidikan, kantor desa, serta berbagai lokasi lainnya yang dianggap penting bagi aktivitas masyarakat.
Peta juga dapat membantu masyarakat yang belum mengetahui keseluruhan wilayah Desa Ngabar. Informasi yang sebelumnya mungkin hanya diketahui oleh masyarakat yang tinggal di wilayah tertentu dapat disajikan secara lebih menyeluruh melalui peta desa.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai simbol, keterangan, dan penanda yang digunakan dalam peta. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya melihat peta secara visual, tetapi juga mampu memahami informasi yang disampaikan melalui berbagai simbol dan keterangan di dalamnya.
Penyusunan peta desa juga tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dan perangkat desa. Informasi yang diperoleh mahasiswa selama proses pengumpulan data perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Karena itu, masukan dari perangkat desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan peta. Melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat sekaligus memberikan tanggapan terhadap informasi yang ditampilkan.
Apabila terdapat informasi yang perlu diperbaiki, ditambahkan, atau disesuaikan dengan kondisi terkini, masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa.
Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan peta yang tidak hanya dibuat berdasarkan data yang dikumpulkan mahasiswa, tetapi juga sesuai dengan pengetahuan masyarakat mengenai wilayah tempat mereka tinggal.
Hal tersebut penting karena masyarakat merupakan pihak yang berinteraksi secara langsung dengan lingkungan desa setiap hari. Mereka memiliki pengetahuan mengenai lokasi fasilitas, akses jalan, wilayah permukiman, serta berbagai kondisi lingkungan yang mungkin tidak seluruhnya dapat diketahui hanya melalui data atau pengamatan singkat.
Keberadaan peta desa memiliki manfaat yang lebih luas, terutama dalam mendukung proses perencanaan dan pembangunan desa.
Informasi spasial yang terdapat dalam peta dapat memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah sehingga dapat menjadi salah satu bahan pendukung dalam menentukan kebutuhan pembangunan.
Dengan gambaran wilayah yang lebih jelas, pemerintah desa dapat lebih mudah melihat persebaran fasilitas dan kondisi wilayah yang membutuhkan perhatian.
Peta juga dapat digunakan sebagai media pendukung dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat ketika membahas suatu wilayah atau lokasi tertentu.
Bagi masyarakat, peta desa dapat menjadi sumber informasi untuk mengenali wilayah Desa Ngabar. Peta tersebut juga dapat memperkenalkan berbagai fasilitas dan lokasi penting yang terdapat di desa kepada masyarakat maupun pihak lain yang membutuhkan informasi mengenai Desa Ngabar.
Tidak hanya itu, peta desa dapat menjadi salah satu bentuk dokumentasi wilayah yang dimanfaatkan dalam jangka panjang. Selama informasi yang terdapat di dalamnya diperbarui sesuai perkembangan desa, peta dapat terus digunakan sebagai media informasi yang relevan.
Kegiatan pembuatan dan sosialisasi Peta Desa Ngabar merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik selama melaksanakan KKN.
Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menghasilkan sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman dalam melakukan pengumpulan data, mengolah informasi, berkomunikasi dengan perangkat desa, serta menyampaikan hasil kegiatan kepada masyarakat.
Proses tersebut mengajarkan mahasiswa bahwa pelaksanaan program KKN tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian program kerja, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat.
Sementara itu, bagi Desa Ngabar, peta yang telah dibuat diharapkan dapat menjadi tambahan media informasi mengenai kondisi wilayah desa.
Dengan adanya informasi yang disajikan secara visual, masyarakat dapat memperoleh gambaran wilayah secara lebih cepat dan mudah.
Melalui sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Ngabar, Selasa (1/9/2026), mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik berharap masyarakat dapat mengetahui dan memahami informasi yang terdapat dalam peta serta ikut menjaga dan memperbarui informasi tersebut apabila terjadi perubahan di wilayah desa.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung keterbukaan informasi mengenai wilayah Desa Ngabar. Peta desa diharapkan tidak berhenti sebagai produk kegiatan KKN, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media informasi, dokumentasi, dan pendukung berbagai kegiatan desa.
Dengan adanya Peta Desa Ngabar, masyarakat diharapkan semakin mengenal wilayah tempat tinggalnya, mengetahui berbagai fasilitas dan potensi yang tersedia, serta memiliki gambaran lebih jelas mengenai kondisi wilayah desa.
Bagi pemerintah desa, keberadaan peta tersebut dapat menjadi salah satu media pendukung dalam menyampaikan informasi dan merencanakan pengembangan wilayah secara lebih terarah.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat pengabdian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan berbagai program KKN dapat memberikan manfaat yang dirasakan tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya di Desa Ngabar.





0 Tanggapan
Empty Comments