Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa UMM Ciptakan Galorfeed, Pakan Alami untuk Tingkatkan Kualitas Telur Ayam Petelur

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa UMM Ciptakan Galorfeed, Pakan Alami untuk Tingkatkan Kualitas Telur Ayam Petelur
pwmu.co -

Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2024 berhasil mengembangkan Galorfeed, pakan alami ayam petelur berbahan dasar bawang putih dan daun kelor. Inovasi ini ditujukan untuk mengurangi penggunaan obat kimia di peternakan sekaligus meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan.

Galorfeed lahir sebagai solusi atas tingginya ketergantungan peternak terhadap bahan kimia yang dinilai berpotensi meninggalkan residu serta memengaruhi kualitas hasil produksi unggas.

Perwakilan tim pengembang, Naufal Atthoriq, menjelaskan bahwa ide pengembangan Galorfeed muncul setelah melihat masih banyak peternak menggunakan obat kimia untuk meningkatkan produktivitas ayam petelur.

Menurutnya, penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap kualitas telur yang dihasilkan.

“Masalah krusial yang sering kami temui di berbagai peternakan adalah masifnya penggunaan obat kimia yang justru berimbas pada kualitas telur kurang baik, seperti kuningnya yang terlalu pucat serta cangkang yang sangat mudah rapuh,” ungkapnya.

Naufal menjelaskan bahwa Galorfeed menggunakan formulasi mash yang memadukan allicin dari bawang putih sebagai antibiotik alami sekaligus penambah nafsu makan dengan daun kelor yang kaya protein dan antioksidan.

Formula tersebut dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam petelur.

Berdasarkan uji coba terhadap 10 ekor ayam selama 10 hari, Galorfeed menunjukkan hasil yang positif dibandingkan kelompok ayam yang tidak mengonsumsi pakan tersebut.

“Melalui uji coba intensif pada sepuluh ekor ayam selama sepuluh hari, ayam yang mengonsumsi Galorfeed terbukti menghasilkan kuning telur yang jauh lebih pekat, cangkang telur yang lebih keras, dan terhindar dari paparan penyakit dibandingkan sepuluh ekor ayam lain yang tidak menggunakan pakan kami,” jelasnya.

Saat ini Galorfeed telah diterapkan pada peternakan skala rumahan di Kabupaten Jombang dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp8.000 per kilogram.

SMPM 5 Pucang SBY

Keberhasilan tersebut mendorong Naufal bersama tujuh anggota timnya untuk mengembangkan Galorfeed menuju tahap komersialisasi yang lebih luas.

Ia juga mengajak mahasiswa agar tidak takut mencoba berbagai inovasi.

“Ekosistem pembelajaran Kampus Putih UMM sangat seru dan suportif untuk berkarya. Pesan saya kepada seluruh mahasiswa lainnya adalah jangan pernah takut gagal, karena kegagalan itu sendiri adalah langkah awal menuju sebuah keberhasilan yang nyata,” tegasnya.

Inovasi yang dikembangkan melalui mata kuliah Pakan dan Teknologi Pakan tersebut mendapat apresiasi dari dosen pengampu sekaligus pendamping, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU..

Menurutnya, Galorfeed menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas inisiatif para mahasiswa. Galorfeed menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan teori di kelas menjadi produk solutif yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi para peternak ayam petelur,” ujarnya.

Melalui inovasi ini, UMM berharap lahir lebih banyak produk berbasis riset yang mampu mendukung pengembangan UMKM peternakan, meningkatkan kualitas produksi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Revisi Oleh:
  • Satria - 04/07/2026 15:10
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu